Jakarta, CNN Indonesia --
Pelatih timnas futsal Iran, Vahid Shamsaei menyebut timnya menjuarai AFC Futsal 2026 di tengah kondisi negara yang tak stabil.
Iran jadi juara AFC Futsal 2026 setelah menang adu penalti 5-4 atas Timnas Futsal Indonesia usai bermain imbang 5-5 di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7/2). Bagi sang pelatih, turnamen yang diikuti timnya dilalui dengan jalan terjal baik di dalam dan di luar lapangan.
"Ini begitu sulit untuk mengatakan apakah saya senang atau tidak senang karena situasi ini. Ada banyak insiden yang terjadi selama turnamen," kata Vahid dalam sesi konferensi pers.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi politik di Iran masih bergejolak. Konflik berkepanjangan memuncak pada akhir 2025 hingga Januari 2026 dalam demonstrasi besar di berbagai kota negara tersebut. Ribuan warga tewas dalam rentetan kejadian itu.
"Tapi saya percaya bahwa futsal adalah hal yang bisa menyatukan banyak orang. Sebab [dari futsal] kita bisa jauh dari masalah politik," ujarnya.
Sebelumnya, Vahid sempat menangis dalam sesi jumpa pers jelang laga final, Jumat (6/2). Pelatih 50 tahun itu tak kuasa menahan air mata saat mengingat kondisi negaranya.
"Jadi di konferensi pers sebelumnya, saya berbicara tentang situasi yang mungkin tidak bisa dibayangkan siapapun. Diri saya dan tim kami benar-benar dalam tekanan," ucapnya.
"Karena itu saya ingin berterima kasih kepada federasi [sepak bola Iran], setiap pemain, manajer tim, dan siapapun yang bahu-membahu mewujudkan [juara] ini. Kami akan pulang dan membuat warga Iran bangga," ia menambahkan.
Lebih lanjut, Vahid mengakui kualitas Timnas Indonesia. Ini pertama kalinya Iran kebobolan lima kali di final dalam sejarah Piala Asia Futsal.
"Saya mengucapkan selamat kepada Indonesia atas peningkatan terbesar mereka yang bisa saya lihat sendiri," tutur Vahid.
(ikw/nva)
















































