Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkap sejumlah faktor yang mendorong kenaikan harga cabai di bulan Ramadan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok mengatakan salah satu faktornya adalah tradisi petani yang menunda panen cabai menjelang Ramadan.
Hasudungan mengatakan penundaan panen menjadi pola yang kerap terjadi setiap tahun menjelang bulan puasa. Kondisi tersebut terjadi di tengah peningkatan permintaan dan berkurangnya pasokan akibat musim hujan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menjelang bulan puasa ada tradisi di para petani itu untuk menunda pemanenannya. Jadi biasa mereka menahan nanti ketika sudah memasuki bulan puasa akan memanen," ujar Hasudungan di Kantor Perum Bulog, Jakarta Selatan, Sabtu (21/2).
Selain itu, ia menjelaskan lonjakan harga cabai juga dipicu oleh faktor cuaca. Musim penghujan membuat hasil panen berkurang, sementara permintaan meningkat sehingga harga terdorong naik.
"Memang itu sering terjadi, bukan berarti kita membenarkan. Ketika suplai berkurang sementara permintaan banyak, otomatis harga naik. Musim penghujan itu jumlah panenan juga berkurang," katanya.
Berdasarkan pantauan per Jumat (20/2), sejumlah komoditas pangan di Jakarta mengalami kenaikan harga di tingkat konsumen. Cabai rawit merah tercatat mencapai Rp113.276 per kilogram (kg), naik dari sekitar Rp97 ribu per kg pada pekan sebelumnya.
Pemprov memperkirakan harga komoditas ini masih berpotensi meningkat hingga Idulfitri. Selain itu, harga cabai merah keriting naik dari Rp51.478 per kg menjadi Rp57.143 per kg. Sementara bawang merah juga meningkat dari Rp51.319 per kg menjadi Rp52.759 per kg.
Hasudungan mengatakan data tersebut merupakan harga rata-rata di wilayah DKI Jakarta berdasarkan sistem pemantauan Info Pangan Jakarta.
Pemerintah daerah memprediksi tekanan harga masih akan berlanjut seiring tingginya permintaan pada Ramadan dan menjelang Idulfitri. Meski demikian, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah intervensi untuk menahan lonjakan harga.
Salah satunya melalui koordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang telah menggandeng Asosisai Champion Cabai Indonesia (ACCI) untuk memasok cabai rawit merah ke Pasar Induk Kramat Jati dengan harga lebih rendah.
Pasokan tersebut ditargetkan dijual sekitar Rp50 ribu per kg di tingkat distribusi sehingga dapat ditekan menjadi sekitar Rp70 ribu per kg di tingkat konsumen.
Pemerintah pusat juga menjalin kerja sama dengan petani di Sulawesi Selatan untuk menambah pasokan cabai rawit merah dan cabai merah keriting ke Jakarta melalui Pasar Induk Kramat Jati.
Hasudungan mengatakan kenaikan harga cabai merupakan fenomena musiman yang kerap terjadi setiap tahun menjelang Ramadan. Namun pemerintah berupaya melakukan mitigasi agar lonjakan harga tidak terlalu tinggi.
"Ya, ini kondisi tahunan, tapi kita berusaha memitigasi jangan sampai terjadi lonjakan yang sangat tinggi," ujarnya.
Ia menambahkan berdasarkan pemantauan, harga cabai tertinggi yang tercatat secara rata-rata pernah mencapai sekitar Rp137 ribu per kg.
Di sisi lain, harga daging sapi di Jakarta tercatat mengalami penurunan tipis. Harga rata-rata harian berada di kisaran Rp141.346 per kg, turun dari Rp142.618 per kg pada pekan sebelumnya, meski harga dapat berbeda tergantung kualitas.
Sementara harga daging ayam juga mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya, meskipun tetap berada di kisaran Rp45.200 per kg.
(del/har)


















































