Pertaruhan Yvonne Chapman Lepas Korporat hingga Jadi Kyoshi

6 hours ago 8

WAWANCARA EKSKLUSIF

CNN Indonesia

Rabu, 17 Jun 2026 21:00 WIB

Aktris Yvonne Chapman Dalam wawancara bersama CNN Indonesia, Yvonne Chapman blak-blakan soal dinamika kariernya hingga dikenal sebagai Avatar Kyoshi. (Laura Baldwinson)

Jakarta, CNN Indonesia --

Bulan Juni 2026 menjadi momentum krusial yang menandai lompatan besar dalam karier Yvonne Chapman. Wajahnya tidak hanya mendominasi layar kaca lewat dua proyek besar sekaligus, melainkan juga resmi bersiap menapakkan kaki ke panggung sinema global bersama sutradara legendaris.

Namun, di balik pencapaian masif tersebut, ada kisah tentang keberanian ekstrem, air mata, dan keputusan nekat untuk meninggalkan zona nyaman di dunia keuangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bulan ini, Chapman muncul sebagai Madeline dalam serial The Season, memerankan seorang sosialita Hong Kong yang terlibat dalam kerumitan intrik keluarga dan misi pembalasan dendam.

Pada saat yang sama, ia kembali memancarkan karisma kuatnya sebagai Avatar Kyoshi dalam musim kedua serial live-action Avatar: The Last Airbender. Kehadiran ganda ini mempertegas posisinya sebagai salah satu talenta yang patut diperhitungkan tahun ini.

Jauh sebelum namanya dikenal di Hollywood, Chapman menjalani kehidupan yang mapan dan stabil di dunia korporat finansial di Calgary.

Langkahnya untuk banting setir ke dunia seni peran bukanlah sebuah transisi yang mudah, melainkan sebuah pertaruhan emosional yang sangat besar.

[Gambas:Video CNN]

Dalam wawancara bersama CNN Indonesia, Chapman mengenang kembali momen emosional saat dirinya mengemas kurang dari seperempat barang milik yang ia punya untuk pindah ke Vancouver, padahal saat itu ia baru mengambil satu kelas akting dan baru saja mendaftar program pelatihan.

"Saya menangis sekitar enam jam dari 11 jam perjalanan karena saya tidak tahu apa yang sedang saya lakukan. Saya merasa gila karena berani mencobanya," ungkap Chapman.

Di tengah perjalanan panjang itu, realitas menghantamnya secara instan. Ia menyadari bahwa ia telah meninggalkan pekerjaannya, keluarganya, dan pasangannya saat itu demi sesuatu yang belum pasti.

Tahun pertamanya di Vancouver terasa sangat berat karena ia harus membalikkan roda kehidupannya kembali menjadi mahasiswa, tinggal di apartemen ruang bawah tanah, dan berbagi tempat tinggal dengan teman sekamar.

Namun, Chapman berhasil membuktikan ketakutan akan ketidaktahuan jauh lebih menakutkan daripada kenyataan yang dihadapi langsung.

Setelah mulai menjalani pilihan barunya, kecemasan tersebut perlahan sirna seiring berjalannya waktu.

"Ketika mulai melakukannya, itu terasa tak begitu menakutkan karena kamu sudah melakukannya dan sekarang sedang menghadapinya," cerita Yvonne Chapman.

"Jadi, sepertinya yang paling menantang bagi saya itu adalah proses menuju ke sana dan memberikan kekuatan kepada diri saya untuk mencobanya."

Latar belakangnya di dunia bisnis ternyata memberikan perspektif yang unik saat ia bertransisi menjadi seorang aktor.

 The Last Airbender. Cr. Courtesy of Netflix © 2024Yvonne Chapman sebagai Avatar Kyoshi dalam Avatar: The Last Airbender (2024). (Netflix)

Chapman menjelaskan bahwa seni peran, dan karakter kuat seperti Avatar Kyoshi, telah mengajarkan satu pelajaran hidup yang krusial bagi dirinya sebagai seorang perempuan tentang cara "mengambil ruang."

Menurutnya, di dunia profesional mana pun, perempuan sering kali terjebak dalam pembuktian diri agar dianggap layak duduk di meja kerja. Melalui karakter-karakter yang ia mainkan, Chapman menemukan rasa percaya diri yang tidak terbantahkan.

"Kita mencoba membuktikan bahwa kita pantas berada di suatu tempat, tetapi sebenarnya kita selalu pantas berada di sana. Kita selalu pantas berada di sana," ia menegaskan.

"Dan itu adalah kehadiran yang tak terbantahkan ketika Anda melihat seseorang yang percaya akan hal itu untuk dirinya sendiri."

Lanjut ke sebelah...

Add as a preferred
source on Google

Read Entire Article
| | | |