CNN Indonesia
Minggu, 17 Mei 2026 00:00 WIB
Ilustrasi. Pijat bayi menawarkan aneka manfaat. Namun orang tua perlu ingat bahwa memijat bayi tidak boleh sembarangan. (Kinan)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tak hanya orang dewasa, bayi juga mendapat banyak manfaat dari pijat. Namun orang tua perlu ingat bahwa memijat bayi tidak boleh sembarangan. Kenapa?
Pijat bayi sering dianggap sebagai cara sederhana untuk menenangkan si kecil. Banyak orang tua bahkan percaya pijat bisa membantu bayi tidur lebih nyenyak atau membuatnya lebih sehat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di balik manfaat tersebut, ada satu hal penting yang kerap menjadi perhatian orang tua, bayi tidak boleh dipijat sembarangan.
Dari sudut pandang medis, pijat bayi memang bisa bermanfaat. Tapi manfaat itu hanya muncul jika dilakukan dengan cara yang tepat, lembut, aman, dan mengikuti kondisi bayi. Sebaliknya, teknik yang salah justru bisa berisiko.
Salah satu alasan utama bayi tidak boleh dipijat sembarangan adalah kondisi tubuhnya yang masih berkembang. Tulang, sendi, otot, hingga kulit bayi jauh lebih sensitif dibanding orang dewasa.
American Academy of Pediatrics (AAP) menekankan bahwa pijat bayi seharusnya dilakukan dengan sentuhan yang cukup terasa, tapi tetap lembut dan konsisten.
Jika pijatan terlalu keras atau dilakukan dengan tekanan berlebihan, risiko cedera bisa meningkat. Beberapa laporan kasus medis bahkan mencatat adanya patah tulang pada bayi yang dikaitkan dengan praktik pijat tradisional yang terlalu kuat. Artinya, bukan pijatnya yang berbahaya, tetapi cara melakukannya.
Pijat di waktu yang tepat
Selain teknik, waktu juga sangat menentukan. Mengutip pedoman dari Cambridge University Hospitals menyebut bayi sebaiknya tidak dipijat saat
- sedang tidur,
- lapar,
- menangis,
- demam,
- atau mengalami infeksi.
Dalam kondisi tersebut, tubuh bayi sedang tidak siap menerima stimulasi tambahan. Memijat bayi yang sedang tidak nyaman justru bisa memperburuk kondisinya.
Ilustrasi. Pijat bayi sah-sah saja dilakukan. Orang tua perlu memperhatikan waktu yang tepat untuk memijat si buah hati. (iStock)
AAP menyarankan orang tua untuk memperhatikan sinyal bayi, apakah ia tampak rileks, menikmati sentuhan, atau justru gelisah. Jika bayi menunjukkan tanda tidak nyaman, pijatan sebaiknya segera dihentikan.
Pendekatan ini juga ditegaskan dalam pedoman medis bahwa infant massage harus dipandu oleh kondisi bayi, bukan dipaksakan karena dianggap baik.
Sejumlah penelitian memang menunjukkan pijat bayi memiliki manfaat. Sebuah tinjauan bertajuk Effect of Infant Massage menemukan pijat bayi dapat membantu meredakan nyeri, mendukung kenaikan berat badan, hingga membantu kondisi seperti jaundice. Selain itu manfaat juga terasa pada bonding antara orang tua dan bayi, pertumbuhan, serta beberapa aspek perkembangan.
Akan tetapi, penelitian yang sama juga mengingatkan bahwa pelaporan efek samping masih terbatas, sehingga praktiknya tetap harus dilakukan dengan hati-hati.
Jika ragu, disarankan untuk belajar dari tenaga kesehatan atau terapis yang terlatih bisa menjadi pilihan paling aman.
(anm/els)
Add
as a preferred source on Google


















































