Jakarta, CNN Indonesia --
Puncak hujan meteor Alpha Centaurid akan berlangsung besok, Minggu (8/2). Simak cara menyaksikannya berikut ini.
Puncak hujan meteor Alpha Centaurid tahun ini terjadi sehari sebelum fase kuartal ketiga Bulan yang membuatnya lebih mudah disaksikan, karena cahaya Bulan hanya 68,7 persen yang tidak terlalu terang di langit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hujan meteor Alpha Centaurid aktif sejak 28 Januari hingga 21 Februari, dengan puncak aktivitasnya terjadi pada 8 Februari.
Dari wilayah Jakarta, hujan meteor ini baru dapat diamati mulai sekitar pukul 21.54 WIB setiap malam ketika titik radiasinya di rasi Centaurus terbit di ufuk timur.
Aktivitas meteor akan berlangsung hingga menjelang fajar sekitar pukul 05.32 WIB, dengan waktu terbaik pengamatan diperkirakan sesaat sebelum Matahari terbit.
Pada puncaknya, hujan meteor Alpha Centaurid diperkirakan menghasilkan sekitar 20-30 meteor per jam. Meteor-meteor ini dikenal memiliki kecepatan tinggi dan jejak cahaya yang cukup mencolok.
Titik radian hujan meteor ini hampir bersifat circumpolar atau tidak pernah terbenam di sebagian besar wilayah di Belahan Bumi Selatan. Dengan demikian, pengamat di wilayah selatan seperti Australia, Selandia Baru, Afrika, dan sebagian besar Amerika Selatan dapat menyaksikan hujan meteor ini dari malam hingga fajar.
Dikutip dari Starwalk Space, waktu terbaik untuk mengamati di wilayah-wilayah ini adalah setelah tengah malam waktu setempat, ketika titik radian naik lebih tinggi di langit.
Lebih lanjut, hujan meteor Alpha Centaurid ini berasal dari rasi bintang Centaurus, yang merupakan rasi terbesar kesembilan di langit dan terkenal karena memiliki Alpha Centauri, bintang yang paling dekat dengan Matahari. Lokasi persisnya adalah 4° barat laut dari bintang Hadar (beta Centauri).
Jika Anda beruntung tinggal di daerah dengan cuaca cerah dan jauh dari polusi cahaya perkotaan, Anda bisa menikmati fenomena ini dengan mata telanjang.
Namun, jika cuaca tidak memungkinkan, Anda juga bisa menggunakan alat bantu seperti teropong atau teleskop untuk melihat fenomena ini dengan lebih jelas.
(lom/dmi)















































