Purbaya Respons Ajakan Pakai Pertalite usai Harga Pertamax Naik

5 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons ramainya ajakan di media sosial yang mendorong masyarakat beralih ke BBM subsidi Pertalite setelah harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter per 10 Juni 2026. 

Purbaya menilai tidak semua pengguna Pertamax akan berpindah ke Pertalite meski harga BBM RON 92 itu melonjak dari sebelumnya Rp12.300 per liter.

Meski demikian, Purbaya mengaku pemerintah belum menghitung potensi perpindahan konsumen Pertamax ke Pertalite yang bisa mengerek besaran subsidi energi yang ditanggung pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita enggak hitung (yang beralih ke Pertalite), tapi begini, pasti ada berapa persen yang pindah. Cuma kan harusnya enggak semuanya pindah. Kenapa? Karena kan yang beli Pertamax tahu mobilnya cocok untuk Pertamax," kata Purbaya di Kompleks DPR RI, Jakarta, Kamis (11/6).

Ia pun menyarankan agar pertanyaan terkait dampak perpindahan konsumsi BBM ditujukan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Kita belum hitung. Mungkin ditanya Pak Bahlil yang mengerti itu," ujarnya.

Kementerian ESDM telah mengantisipasi potensi pergeseran konsumsi dari Pertamax ke Pertalite setelah penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang berlaku sejak 10 Juni 2026.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan pemerintah menyadari kenaikan harga Pertamax berpotensi mendorong sebagian masyarakat beralih ke BBM yang lebih murah.

"Itu juga fakta yang tidak bisa dipungkiri bahwa akan ada kemungkinan besar pergeseran. Tadi kami sudah berdiskusi dengan Biro Pertamina Patra Niaga," kata Anggia di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (11/6).

Menurut dia, pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi BBM bersubsidi, salah satunya melalui penguatan pengawasan distribusi Pertalite.

Saat ini, pembelian BBM subsidi masih menggunakan sistem QR Code yang bertujuan memastikan penyaluran lebih tepat sasaran.

"Misalnya, saat ini untuk akses BBM subsidi kan menggunakan QR ya, walaupun mungkin banyak juga oknum-oknum yang mengakali ini. Namun pemerintah, Menteri ESDM (Bahlil Lahadalia) sudah meminta untuk Pertamina dan pihak terkait untuk meningkatkan pengawasan di bawah," ujar Anggia.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |