Purbaya Siapkan 'Panda Bond' Demi Tekan Ketergantungan ke Dolar

2 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan alasan penerbitan surat utang global berdenominasi renminbi (RMB) di China (panda bond) agar Indonesia mampu mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat (AS).

Ia mengatakan panda bond menawarkan imbal hasil (yield) di kisaran 2,3 hingga 2,5 persen. Ini disebut lebih rendah daripada surat utang pemerintah dalam dolar AS atau mata uang lain.

"Kita diversifikasi. (Panda bond diterbitkan) supaya enggak tergantung kepada Amerika atau negara-negara Barat dan yield-nya juga lebih rendah 2,3 sampai 2,5 (persen)," ujar Purbaya ketika ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, Purbaya mulai mengajak lembaga keuangan di China untuk penerbitan panda bond, salah satunya ada Industrial and Commercial Bank of China (ICBC). Permintaannya pun disebut sudah sangat besar.

"Kita sudah berhubungan dengan ICBC. Mereka siap untuk menjalankan (panda bond). Demand di sana besar," ujarnya.

Obligasi dalam mata uang China ini diperkirakan akan terbit pada bulan depan. Purbaya pun berencana berkunjung ke Negeri Tirai Bambu guna mematangkan rencana ini.

Purbaya sebelumnya pernah mengatakan dengan penerbitan panda bond di China setelah mengizinkan Negeri Tirai Bambu untuk menerbitkan surat utang di Indonesia.

"China juga bilang, 'Boleh enggak kami terbitkan bond di Indonesia?' Saya bilang boleh. Kita timbal balik lah kalau ada investor Indonesia yang mau beli bond China boleh juga," ujar Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Selatan, Selasa (21/4).

Bendahara Negara tersebut menilai China sebagai mitra dagang terbesar Indonesia, sehingga dengan saling memberikan izin menjual surat utang ini bisa membuat hubungan kedua negara, terutama dalam hal perdagangan dan investasi, bisa tetap berjalan baik.

Ia mengungkap rencana tersebut dibahas saat bertemu Menteri Keuangan China selama sekitar satu jam di Amerika Serikat (AS). Dalam pertemuan itu, kedua pihak membicarakan penerbitan Panda Bond dengan bunga sekitar 2,3 persen.

[Gambas:Video CNN]

(dhz/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |