Putin Akhirnya Akui Rusia Terancam Krisis BBM Gara-gara Perang Ukraina

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Rusia Vladimir Putin akhirnya muncul ke publik mengakui negara produsen minyak terancam krisis bahan bakar minyak (BBM) gara-gara perang Ukraina.

Dalam sebuah wawancara, Putin menyebut Rusia kekurangan BBM tertentu setelah serangkaian serangan Ukraina belakangan menyasar fasilitas energi.

"Terkait serangan terhadap infrastruktur kritis secara umum, dan infrastruktur energi secara khusus, tentu saja serangan terhadap fasilitas infrastruktur kami menimbulkan masalah, itu jelas," kata Putin dalam wawancara yang dipublikasikan oleh Kremlin, dikutip Reuters, Senin (29/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini kami memang melihat adanya kekurangan tertentu, tetapi tidak dalam kondisi kritis," imbuhnya.

Menurut Putin, tugas utama saat ini adalah meningkatkan kapasitas pertahanan udara Rusia dan memastikan ketersediaan pasokan bahan bakar, terutama ke wilayah Krimea.

Dalam wawancara tersebut, Putin juga memperkirakan tim negosiator Amerika Serikat (AS) akan datang ke Moskow untuk membahas upaya mengakhiri perang Ukraina, setelah Washington tidak lagi terlalu fokus pada Iran dan konflik di Timur Tengah.

Terkait kemungkinan perundingan untuk mengakhiri perang Ukraina, Putin menyatakan terbuka dengan opsi itu.

"Kami berharap setelah seluruh peristiwa ini berakhir, setelah fase aktif terkait Iran mereda, kami akan menyambut kedatangan para perwakilan pemerintahan AS yang sebelumnya telah beberapa kali bertemu dengan kami di Moskow," ujarnya.

"Kami siap melanjutkan negosiasi dan membahas seluruh detailnya," ucap Putin.

Namun, bagian wawancara dengan jurnalis Rusia Pavel Zarubin tersebut tidak dipublikasikan oleh Kremlin, tetapi dikutip oleh sejumlah kantor berita Rusia setelah sang pewawancara mengunggahnya melalui Telegram.

Jumat lalu, otoritas Crimea menetapkan status darurat akibat kelangkaan BBM dan pemadaman listrik yang dipicu serangan Ukraina terhadap rantai logistik dan fasilitas minyak di wilayah tersebut.

Rusia mencaplok Krimea dari Ukraina pada 2014, langkah yang tidak diakui oleh sebagian besar negara di dunia.

Beberapa jam sebelumnya, dalam pidatonya di kongres partai berkuasa United Russia, Putin berjanji akan menjamin keamanan dan mengatasi berbagai tantangan seiring meningkatnya serangan balasan Ukraina di wilayah Rusia.

"Ya, kami melihat masalah tersebut, kami menyadarinya dan sedang meresponsnya. Namun kami tentu akan menjamin keamanan negara dan warga kami, serta menjaga keutuhan perbatasan Rusia," kata Putin kepada anggota partai.

"Kami tanpa ragu akan mengatasi semua tantangan yang kami hadapi saat ini, termasuk serangan teroris terhadap wilayah dan fasilitas infrastruktur kami," tambahnya.

Pidato Putin disampaikan beberapa jam setelah serangan drone Ukraina menewaskan satu orang di wilayah selatan Rusia, Krasnodar Krai, dan memicu kebakaran di sebuah kilang minyak, menurut gubernur setempat, Veniamin Kondratyev.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut serangan itu sebagai bagian dari operasi yang melemahkan kemampuan Rusia untuk melanjutkan perang kedua negara.

"Kilang minyak Slavyansk di wilayah Krasnodar berhasil diserang, sekitar 300 kilometer dari garis depan. Kami juga mencapai sebuah kilang di wilayah Yaroslavl, sekitar 700 kilometer dari perbatasan kami," tulis Zelensky di platform X pada Minggu.

Pekan lalu, serangan Ukraina lainnya memicu kebakaran besar di sebuah kilang minyak di tenggara Moskow, yang menyebabkan asap hitam pekat menyelimuti kawasan pinggiran ibu kota Rusia.

Para analis menilai Ukraina semakin mampu bertahan di medan perang. Namun, kota-kotanya masih terus menjadi sasaran serangan mematikan Rusia dalam konflik yang kini telah berlangsung lebih lama dibandingkan World War I.

[Gambas:Video CNN]

(pta)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |