Jakarta, CNN Indonesia --
Queensland akan menjadi negara bagian pertama di Australia yang melarang slogan pro-Palestina "from the river to the sea" di bawah rancangan undang-undang baru tentang ujaran kebencian.
Perdana Menteri Queensland David Crisafulli mengatakan pada Minggu (8/2), reformasi ini akan diajukan ke parlemen negara bagian pada Selasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebut legislasi itu sebagai respons terhadap serangan teror di Bondi yang menewaskan sebanyak 15 orang saat perayaan Hanukkah.
"Kami telah menegaskan hal ini sejak awal dan berjanji akan bertindak. Melalui legislasi ini, kami memberikan respons yang tegas dan terukur," kata Crisafulli, seperti dikutip Independent.
"Ini tentang menetapkan batas yang jelas dan memadamkan bara kebencian yang dibiarkan menyala terlalu lama untuk melindungi warga Queensland," tambah dia.
Frasa "From the river to the sea, Palestine will be free" merujuk pada wilayah dari Sungai Yordan di perbatasan timur Israel hingga Laut Mediterania di barat.
Slogan ini semakin populer setelah perang balasan Israel di Gaza, yang menurut kementerian kesehatan di Jalur Gaza yang dikelola Hamas telah menewaskan sedikitnya 72.027 warga Palestina.
"Motto-motto seperti ini tidak pantas ada di Queensland jika digunakan untuk menimbulkan kebencian, menyinggung, atau mengancam," kata Jaksa Agung Deb Frecklington, merujuk pada slogan pro-Palestina.
Para aktivis menilai frasa seperti "globalise the intifada" adalah seruan hak asasi warga Palestina, bukan ajakan kekerasan.
Namun, slogan ini akan masuk daftar terlarang, dengan ancaman penjara hingga dua tahun bagi yang mengucapkan atau menampilkannya.
Presiden Queensland Jewish Board of Deputies, Jason Steinberg, menilai reformasi ini mengirim pesan yang jelas "antisemitisme dan kebencian tidak memiliki tempat di Queensland."
"Komunitas kami sangat menghargai komitmen pemerintah Crisafulli untuk memastikan warga Yahudi Queensland dapat hidup, bekerja, dan menikmati kehidupan seperti warga Queensland lainnya," ujar Steinberg, dikutip Australian Broadcasting Corporation.
"Rancangan undang-undang ini lebih dari sekadar kata-kata; ia memberikan perlindungan nyata dan praktis bagi komunitas kami maupun semua orang yang menjadi sasaran kebencian," tambah dia.
(rnp/bac)

















































