Ramai Slogan Anti-Khamenei di Malam Peringatan Revolusi Iran

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah warga di ibu kota Teheran meneriakkan slogan-slogan anti pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei saat Iran memperingati malam revolusi Islam 1979.

Video-video yang beredar di media sosial menunjukkan segelintir orang naik ke balkon pada Selasa (10/11) malam dan menggaungkan slogan-slogan anti-Khamenei seperti "matilah Khamenei", "matilah diktator", dan "matilah Republik Islam".

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rekaman itu dibagikan oleh saluran pemantau demo yang memiliki cukup banyak pengikut seperti Vahid Online dan Mamlekate. AFP belum bisa memverifikasi video-video tersebut.

Teriakan itu terdengar saat pihak berwenang menyalakan kembang api untuk menandai malam menjelang tanggal 22 Bahman, hari ketika pemimpin terakhir Shah mengundurkan diri dan diangkatnya pemimpin revolusioner Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Tanggal 22 Bahman dalam kalender Persia secara tradisional ditandai dengan pawai nasional untuk mendukung sistem pemerintahan ulama, yang diperkirakan akan semakin signifikan tahun ini di tengah ancaman intervensi militer Amerika Serikat (AS).

Saluran media sosial Sharak Ekbatan melaporkan pihak berwenang Iran langsung mengirim pasukan keamanan untuk balas meneriakkan "Allah Maha Besar" setelah sejumlah orang meneriakkan slogan melawan pemerintah.

Menurut situs berita Iran, IranWire, teriakan-teriakan serupa juga terdengar kencang di kota Isfahan dan Shiraz.

Iran diguncang demo berdarah sejak 28 Desember lalu. Demo yang awalnya karena krisis ekonomi itu meluas jadi desakan perubahan rezim Khamenei.

Demo berujung ricuh hingga ribuan orang meninggal dunia, termasuk petugas keamanan. Hingga saat ini, hanya ada sedikit laporan mengenai aktivitas protes yang masih berlangsung di Iran.

Menurut situs kelompok hak asasi manusia Iran yang berbasis di AS, HRANA, slogan-slogan yang digaungkan pada Selasa malam menandai "kelanjutan protes nasional meskipun suasana keamanan terkendali dan langkah-langkah pengendalian meluas".

(blq/dna)

Read Entire Article
| | | |