Jakarta, CNN Indonesia --
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani mengatakan tujuan pembentukan proyek fasilitas hilirisasi unggas oleh ID Food demi memenuhi kebutuhan program makan bergizi gratis (MBG).
Rosan mengatakan proyek ini berawal dari angka kebutuhan ayam untuk dalam negeri yang diberikan oleh Kementerian Pertanian. Kebutuhan ayam akan melonjak tinggi, terlebih untuk memenuhi program MBG.
"Kan kebutuhan ayam akan meningkat sangat signifikan karena nantinya mulai pada insya Allah pada mungkin Agustus atau September kebutuhan untuk memberikan program MBG gratis ini kan mencapai 80 juta lebih ya 82 juta lebih," ujar Rosan usai acara Groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase-I di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Jumat (6/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menegaskan hilirisasi unggas ini merupakan bentuk antisipasi pemerintah dalam meningkatnya harga telur dan ayam akibat permintaan yang meningkat pula.
"Oleh sebab itu, ini adalah salah satu antisipasi yang kita lakukan karena kita tentunya prioritasnya adalah penyerapan dari masyarakat. Tapi ini adalah buffer yang kita sediakan juga karena perhitungan yang sudah diberikan kepada kami," jelasnya.
BPI Danantara meresmikan groundbreaking enam proyek hilirisasi di berbagai daerah secara serentak pada hari ini, Jumat (6/2).
Salah satunya adalah Proyek fasilitas infrastruktur poultry unggas terintegrasi oleh PT RNI (Persero) atau ID Food di Malang, Gorontalo Utara, Lampung Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Rosan mengatakan hilirisasi merupakan proyek utama Danantara dengan total nilai proyek sebesar US$7 miliar atau setara Rp118,14 triliun (asumsi kurs Rp16.876 per dolar AS).
"Dengan enam proyek hilirisasi yang dicanangkan pada hari ini memang berjumlah, total investasinya mencapai US$7 miliar," ujar Rosan.
Rosan menegaskan proyek hilirisasi merupakan salah satu program utama Presiden Prabowo Subianto. Ia pun menyampaikan hilirisasi menjadi proyek utama Danantara lantaran tidak hanya memberikan keuntungan hasil yang besar, tetapi juga penciptaan lapangan pekerjaan.
"Program ini tidak hanya memberikan return yang baik, tetapi dari segi penciptaan lapangan pekerjaan, menciptakan nilai tambah, yang tentunya akan berdampak positif kepada pertumbuhan perekonomian Indonesia ke depannya," terangnya.
(fln/pta)
















































