Rupiah Pecah Rekor Terendah dalam Sejarah ke Rp17.300 per Dolar AS

3 hours ago 9

Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah terus jatuh bahkan mencetak rekor terendah sepanjang masa di level Rp17.300 per dolar AS pada perdagangan Kamis (23/4).

Berdasarkan data Bloomberg per 11.00 WIB menunjukkan nilai tukar rupiah menembus Rp17.301 setelah melemah 120 poin atau 0,70 persen.

Direktur PT Traze Andalan Futures sekaligus pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengungkap biang kerok dari pelemahan rupiah pada pagi ini berasal dari faktor eksternal dan internal. Dari eksternal, perundingan antara AS dan Iran menjadi penyebabnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ibrahim menyebut Iran tidak hadir dalam perundingan yang difasilitasi oleh Pakistan karena geram akan AS yang sudah menyalahi aturan dalam gencatan senjata.

Sementara itu, imbuhnya, AS menyalahi aturan dengan melakukan penangkapan terhadap kapal tanker Iran yang melewati Selat Hormuz.

"Di sisi lain pun Iran siap untuk melakukan perang panjang dan sudah tidak percaya lagi terhadap Amerika," kata Ibrahim.

AS kemudian disebut membuat gencatan senjata secara sepihak. Perundingan damai ini masih berjalan alot karena menurut Ibrahim ada permintaan AS yang tidak bisa dipenuhi Iran.

Pertama, AS meminta Selat Hormuz tidak dikenakan tarif oleh Iran. Kedua, AS minta pengayaan uranium dihentikan dan diambil alih serta disimpan oleh AS.

"Dua ini kemungkinan besar tidak akan bisa diterima oleh Iran karena itu adalah salah satu hak kewajiban dari suatu negara, sehingga Iran tidak mau diintervensi oleh Amerika," ujar Ibrahim.

Ibrahim menjelaskan faktor pelemahan rupiah dari sisi internal adalah kenaikan harga minyak mentah dunia Brent yang sudah mencapai US$103 per barel. Kemudian minyak mentah WTI mencapai US$98 dolar per barel. Kenaikan harga minyak mentah dunia kemungkinan membuat defisit anggaran Indonesia makin besar.

Kebutuhan impor minyak Indonesia tercatat mencapai sekitar 1,5 juta barel per hari dari total kebutuhan minyak mentah nasional sebesar 2,1 juta barel per hari.

Dengan begitu, Ibrahim menyebut pemerintah harus menyiapkan anggaran yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan minyak tersebut.

Di sisi lain pun juga kapal tanker Pertamina yang ada di Selat Hormuz sampai sekarang belum bisa keluar.

Lalu, ada juga faktor lain dari dalam negeri seperti utang pemerintah saat ini mendekati jatuh tempo yang begitu besar dan tidak adanya kenaikan harga BBM subsidi.

Pekan lalu, kurs rupiah juga mencatat rekor terlemah sepanjang masa ke level Rp17.180 per dolar AS pada pukul 09.15 WIB, Jumat (17/4).

[Gambas:Youtube]

(dhz/pta)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |