CNN Indonesia
Sabtu, 25 Jul 2026 19:54 WIB
Ilustrasi. Diabetes dan hipertensi bisa merusak mata Anda. (iStockphoto/Vladislav Stepanov)
Jakarta, CNN Indonesia --
Banyak orang baru memeriksakan mata saat penglihatan mulai kabur. Padahal, kerusakan pada mata akibat diabetes maupun tekanan darah tinggi bisa terjadi jauh sebelum gejala muncul.
Asian Healthcare Specialists mengingatkan, pasien diabetes dan hipertensi sebaiknya tidak menunggu hingga penglihatannya terganggu untuk menjalani pemeriksaan mata menyeluruh. Sebab, berbagai perubahan pada retina dan saraf optik kerap berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan rasa sakit maupun gangguan penglihatan pada tahap awal.
Dokter spesialis mata konsultan di Cornerstone Eye Centre, Singapura Low Jin Rong mengatakan banyak pasien sudah rutin memantau kadar gula darah, tekanan darah, hingga fungsi jantung dan ginjal. Namun, mereka sering kali lupa bahwa mata juga merupakan organ yang rentan terdampak penyakit kronis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penglihatan yang masih jelas tidak selalu berarti retina, saraf optik, dan lapang pandang perifer berada dalam kondisi sehat. Gejala saja tidak cukup untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di dalam mata," ujar Low dalam keterangannya.
Diabetes dan hipertensi dapat merusak retina
Diabetes diketahui dapat merusak pembuluh darah kecil pada retina, yakni jaringan peka cahaya di bagian belakang mata. Kondisi yang dikenal sebagai retinopati diabetik ini sering berkembang tanpa disadari.
Pada tahap awal, penderita umumnya masih bisa membaca, bekerja, hingga mengemudi seperti biasa. Namun, seiring waktu, pembuluh darah retina dapat bocor, mengalami perdarahan, hingga memengaruhi ketajaman penglihatan.
Sementara itu, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan perubahan pada pembuluh darah retina. Dalam kasus yang lebih berat, hipertensi bahkan bisa merusak retina maupun saraf optik.
Meski demikian, bukan berarti semua penderita diabetes atau hipertensi pasti mengalami kehilangan penglihatan. Namun, menunggu hingga mata terasa bermasalah bukanlah cara yang tepat untuk memantau kesehatan mata.
Banyak orang mengira tes ketajaman penglihatan sudah cukup untuk memastikan mata dalam kondisi baik. Padahal, pemeriksaan mata menyeluruh memiliki cakupan yang jauh lebih luas.
Selain mengevaluasi kemampuan melihat, dokter juga akan memeriksa kondisi retina, saraf optik, tekanan bola mata, hingga lapang pandang perifer. Pemeriksaan inilah yang dapat menemukan gangguan sejak dini sebelum pasien menyadari adanya perubahan.
Salah satu penyakit yang kerap luput dari perhatian adalah glaukoma. Penyakit ini perlahan merusak saraf optik dan biasanya dimulai dari penyempitan lapang pandang samping.
Karena penglihatan sentral masih tampak normal, banyak pasien tidak menyadari bahwa sebagian kemampuan melihatnya telah hilang. Padahal, kerusakan akibat glaukoma tidak dapat dipulihkan, meski perkembangannya dapat diperlambat jika terdeteksi lebih awal.
Siapa yang perlu rutin memeriksakan mata?
Low menyarankan pasien diabetes maupun hipertensi berkonsultasi mengenai jadwal pemeriksaan mata sesuai kondisi masing-masing.
Pemeriksaan menjadi semakin penting bagi mereka yang telah lama hidup dengan diabetes atau hipertensi, sulit mengontrol kadar gula darah maupun tekanan darah, berusia paruh baya atau lebih tua, memiliki rabun jauh tinggi, mempunyai riwayat glaukoma dalam keluarga, belum pernah menjalani pemeriksaan mata menyeluruh, atau pernah diketahui memiliki tekanan bola mata tinggi.
Frekuensi pemeriksaan akan disesuaikan dengan riwayat kesehatan, hasil pemeriksaan sebelumnya, dan tingkat risiko masing-masing pasien.
Mengontrol kadar gula darah dan tekanan darah tetap menjadi langkah utama untuk mencegah komplikasi penyakit kronis. Namun, kesehatan mata juga perlu menjadi bagian dari perawatan jangka panjang.
Pasalnya, berbagai penyakit mata dapat berkembang diam-diam ketika penglihatan masih terasa normal. Karena itu, pemeriksaan mata rutin menjadi salah satu cara terbaik untuk mendeteksi gangguan sejak dini sekaligus mencegah kehilangan penglihatan permanen.
(tis/tis)
Add
as a preferred source on Google


















































