Taylor Swift Jadi Inspirasi Nama Serangga Baru

2 hours ago 1

CNN Indonesia

Kamis, 10 Sep 2026 14:30 WIB

 Taylor Swift attends the Songwriters Hall of Fame 55th Annual Induction and Awards Gala at Marriott Marquis Hotel on June 11, 2026 in New York City.   Jamie McCarthy/Getty Images/AFP (Photo by Jamie McCarthy / GETTY IMAG Nama Taylor Swift resmi diabadikan sebagai inspirasi penamaan genus dan beberapa spesies serangga baru asal Australia. (Getty Images via AFP/Jamie McCarthy)

Jakarta, CNN Indonesia --

Taylor Swift kembali mengukir torehan unik setelah namanya resmi diabadikan sebagai inspirasi penamaan genus dan beberapa spesies serangga baru pemakan tumbuhan asal Australia.

Tim peneliti dari University of California, Riverside (UCR) menyematkan nama pelantun Cruel Summer tersebut ke dalam temuan 12 spesies serangga baru yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Insect Systematics and Evolution.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari jajaran spesies anyar tersebut, satu genus dinamai Swiftiephylus yang merupakan kombinasi dari julukan penggemarnya, Swiftie, dan Phylus yang merujuk pada kelompok serangga tersebut.

Secara khusus, empat spesies di antaranya diberi nama yang terilhami langsung dari nama sang musisi serta judul-judul album hit miliknya, seperti Swiftiephylus taylorae (Taylor), Swiftiephylus amator (Lover), Swiftiephylus intrepidus (Fearless), dan Swiftiephylus poetorum (The Tortured Poets Department).

Variety pada Rabu (9/9) memberitakan kandidat doktor entomologi UCR, Sarah Schroeder, membeberkan alasannya memilih nama sang idola.

Sebagai penggemar setia Taylor Swift, Schroeder berharap penyematan nama musisi kondang ini dapat mendongkrak kepedulian publik terhadap keanekaragaman hayati serta pentingnya konservasi serangga.

[Gambas:Video CNN]

Di samping itu, aspek visual serangga tersebut menjadi alasan unik di balik penamaan ini.

Warna tubuh serangga yang memadukan kuning pucat dengan sentuhan warna merah dinilai mirip dengan penampilan khas Taylor Swift yang dikenal lewat rambut pirang dan pemerah bibir ikonisnya.

Serangga Swiftiephylus ini hidup di pohon she-oak khas Australia dan dipastikan aman karena tidak tergolong hama bagi manusia maupun hewan.

Spesimen serangga dari famili Miridae ini sebenarnya telah dikumpulkan pada periode 1995 hingga 2004 lewat riset keanekaragaman hayati antara American Museum of Natural History dan peneliti Australia.

Namun, serangga tersebut baru dapat diteliti secara taksonomi dan dideskripsikan secara resmi saat ini.

(chri)

Read Entire Article
| | | |