Jakarta, CNN Indonesia --
Ramadan sangat identik dengan momen buka puasa bersama (bukber). Namun, kita sering kali tak sadar banyaknya ajakan bukber bisa menambah pengeluaran bulanan.
Tradisi bukber dianggap sebagai momen menjaga relasi dengan kerabat sehingga masyarakat kerap merasa sungkan untuk menolak, padahal kondisi keuangan sedang tidak memungkinkan
Oleh karena itu, perencanaan anggaran bukber menjadi penting agar kegiatan silaturahmi tetap berjalan tanpa membuat kondisi keuangan pribadi tekor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut tips untuk alokasi anggaran bukber Ramadan agar tak tekor:
Pastikan Kebutuhan Utama Tercukupi
Perencana keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho mengatakan alokasi budget untuk bukber tidak ada acuan baku atau ideal karena tergantung dengan total pengeluaran-pengeluaran lainnya.
Apabila pengeluaran lain yang bersifat penting telah terpenuhi, maka sisa dana berlebih bisa dipakai untuk bukber.
"Namun bila pengeluaran-pengeluaran lain yang bersifat penting dan wajib belum terpenuhi, maka akan lebih bijak bila kita alokasikan maksimal 10 persen dari penghasilan untuk semua bukber yang ada di jadwal kita," kata Andi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (20/2).
Seleksi Ajakan Bukber
Andi menerangkan apabila budget yang dimiliki terbatas dan terdapat banyak undangan bukber, maka kita harus menyeleksi undangan mana saja yang harus dihadiri.
"Selain itu bila dananya terbatas dan ada sekian banyak undangan bukber, maka sebaiknya lakukan seleksi mana undangan yang sekiranya benar-benar perlu kita hadiri dan mana yang masih bisa di-skip," terang Andi.
Alihkan Alokasi Dana Makan Siang
Perencana Keuangan One Shild Consulting Agustina Fitria mengatakan saat berpuasa kita tidak makan siang sehingga dana makan siang bisa disimpan dan digunakan untuk mengikuti bukber.
"Maka uang jatah makan siang itu bisa disimpan dan digunakan untuk buka puasa bersama. Jadi tidak perlu ada pos pengeluaran khusus," ujar Agustina kepada CNNIndonesia.com, Jumat (20/2).
Hindari Pakai Dana Utang
Agustina menjelaskan apabila membutuhkan dana bukber yang besar, maka bisa mencari tambahan. Kendati demikian, ia menegaskan untuk tidak memakai dana utang, seperti paylater, kartu kredit, dan pinjaman online.
Terlebih lagi hingga menjual aset karena momen bukber hanya sesaat dan tak sepadan dengan usaha untuk mendapatkannya.
"Yang perlu dicatat adalah jangan menggunakan utang, seperti paylater, kartu kredit, pinjaman online, dan lain-lain untuk bukber. Menjual aset untuk bukber juga tidak bijak, karena bukber hanya sesaat. Tidak sepadan dengan usaha untuk mendapatkan asetnya," ujar Agustina.
(fln/sfr)

















































