CNN Indonesia
Jumat, 13 Feb 2026 14:27 WIB
Ilustrasi. Universitas Terbuka (UT) menghadirkan akses pendidikan tinggi jarak jauh untuk WNI di lingkungan KBRI Dili, Timor-Leste menempuh studi doktornya. (iStockphoto/BongkarnThanyakij)
Jakarta, CNN Indonesia --
Universitas Terbuka (UT) memperluas akses pendidikan tinggi jarak jauh ke Timor-Leste. Langkah ini membuka kesempatan bagi staf dan Warga Negara Indonesia (WNI) di lingkungan KBRI Dili untuk menempuh Program Doktor Ilmu Manajemen dan Doktor Administrasi Publik tanpa harus meninggalkan tugas profesional mereka.
Hal tersebut terwujud berkat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Rektor Universitas Terbuka dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Timor-Leste yang dilakukan saat kunjungan kerja UT ke Timor-Leste pada 2-5 Februari 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahap awal, terdapat 9 tokoh penting yang sudah mendaftar. Mulai dari duta besar itu sendiri, para atase, hingga pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) yang beroperasi di Timor-Leste.
Melalui pendidikan jarak jauh, staf serta Warga Negara Indonesia di lingkungan KBRI Dili bisa menempuh kuliah S-3. Mereka tak perlu bolak-balik dari Indonesia ke Timor-Leste untuk menyelesaikan pendidikan.
Tak hanya akses pendidikan, UT juga membuka program dan kerja sama akademik. Dalam hal ini, urusan administrasi dan keuangan juga dipermudah dengan menggandeng Bank BRI Timor-Leste.
Kerja sama difokuskan pada penguatan layanan saluran pembayaran biaya registrasi. Dengan demikian, mahasiswa warga negara Timor-Leste juga bisa melakukan transaksi keuangan akademik secara mudah, aman, dan efisien.
Pada kunjungan kerja tersebut, delegasi UT juga memperkuat kerja sama dengan 8 Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Swasta (PTS) di Timor-Leste. Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari program tahun 2025.
Program tersebut, antara lain penyetaraan dan pengakuan kurikulum, peningkatan kualifikasi dosen dan staf PTN/PTS Timor-Leste di UT, serta pertukaran dosen dan mahasiswa.
Program lainnya, ada riset kolaborasi, pengabdian masyarakat, penawaran mata kuliah pada platform ICE-Institute, hingga publikasi ilmiah pada jurnal-jurnal UT.
Berkat berbagai kerja sama ini, Warga Timor-Leste yang hendak menempuh pendidikan tinggi bisa sangat terbantu. Saat ini, 95 warga Timor-Leste tercatat sebagai mahasiswa UT, dengan 10 orang di antaranya merupakan penerima beasiswa.
Capaian UT dalam perluasan jangkauan Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ) bagi masyarakat Timor-Leste ini menerima apresiasi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Kebudayaan Timor-Leste.
Upaya UT ini dinilai sebagai bagian penting dari dukungan Indonesia dalam mengembangkan pendidikan tinggi di Timor-Leste. Hal ini sejalan dengan semangat kerja sama ASEAN.
UT menunjukkan diri sebagai lembaga pendidikan yang bisa melampaui batas geografis dan administratif. Pendidikan merupakan salah satu soft diplomacy, sehingga UT berupaya menggaet lebih banyak pihak untuk membangun masa depan pendidikan yang setara di tingkat regional.
(rti/fef)















































