Viral Anak Selalu Mimpi Terbangun Histeris, Diduga 'Night Terror'

1 hour ago 1

CNN Indonesia

Kamis, 19 Feb 2026 09:00 WIB

Sebuah video yang memperlihatkan seorang anak terbangun dari tidur sambil menangis histeris viral di media sosial. Warganet menyebutnya sebagai 'night terror'. Ilustrasi. Sebuah video yang memperlihatkan seorang anak terbangun dari tidur sambil menangis histeris viral di media sosial. (iStockphoto/gahsoon)

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah video yang memperlihatkan seorang anak terbangun dari tidur sambil menangis histeris viral di TikTok dan memicu perbincangan warganet.

Dalam unggahan akun @keluargaberbinar, terlihat seorang anak perempuan berusia 4 tahun bernama Binar yang tiba-tiba terbangun dalam kondisi panik sesaat setelah tertidur lelap.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemilik akun sekaligus ibu Binar, Triya Nurul Iskandar mengungkapkan kejadian tersebut bukan hal baru. Ia menyebut, pola serupa sudah terjadi sejak anaknya masih kecil dan muncul berulang dalam periode tertentu.

"Mimpinya selalu kayak gini kak dari kecil, kalau udah terlelap tiba-tiba kebangun hampir selalu kayak gini," ujar Triya, Rabu (18/2) seperti dilansir detikhealth.

Menurut Triya, sang anak terkadang menceritakan isi mimpinya setelah tenang. Ia menduga ada kaitan antara mimpi tersebut dengan tontonan yang ditonton anaknya.

"Kalau cerita versi anakku, kadang dia mimpi monster katanya, matanya satu terus tinggi, apa yang dia serap ditontonannya itu yang tertinggal di pikirannya," tambahnya.

Fenomena yang dialami Binar oleh sebagian warganet dikaitkan dengan night terror. Nama terakhir merupakan gangguan tidur yang membuat seseorang terbangun dalam keadaan panik, ketakutan hebat, berteriak, atau menangis, namun tidak sepenuhnya sadar. Kondisi ini biasanya terjadi pada fase tidur dalam dan kerap membuat anak sulit ditenangkan.

Triya menjelaskan bahwa kejadian tersebut biasanya berlangsung beberapa hari hingga seminggu dalam satu periode. Meski tidak muncul setiap malam, episode itu sering terjadi terutama pada awal fase tidur lelap.

Ia menambahkan, periode terparah terjadi pada tahun lalu. Saat itu, frekuensi dan dampaknya terasa lebih berat bagi sang anak.

"Saat itu, kami merekam beberapa momen sebagai dokumentasi pribadi sekaligus pembelajaran bagi kami sebagai orang tua," ujar Triya.

Karena dinilai cukup mengganggu, Triya dan keluarga akhirnya membawa Binar ke dokter anak untuk pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil evaluasi, dokter menyampaikan bahwa Binar mengalami overstimulasi yang diduga dipicu oleh durasi screentime yang berlebihan.

Selain itu, jenis tontonan yang kurang terkontrol juga menjadi faktor yang ditemukan. Triya mengakui Binar termasuk anak yang aktif, sehingga sering bermain di siang hari dan melewatkan waktu tidur siang, yang kemungkinan turut memengaruhi kualitas tidurnya di malam hari.

Triya mengatakan, hasil konsultasi dengan dokter menunjukkan ada beberapa faktor yang saling berkaitan dan diduga memicu kondisi tersebut.

"Kombinasi antara kelelahan fisik, kurang istirahat, dan overstimulasi tersebut diduga menjadi faktor pemicu terjadinya mimpi seperti yang Binar alami," tambahnya.

Setelah mendapatkan penjelasan dari dokter, Triya dan keluarga mulai melakukan perubahan pada pola keseharian anaknya. Salah satu langkah utama yang diambil adalah membatasi penggunaan gawai.

Saat ini Binar hanya diperbolehkan menggunakan gadget saat akhir pekan dengan durasi maksimal sekitar satu jam. Orang tua juga berupaya lebih selektif dalam memilih tayangan yang dikonsumsi anak.

"Kemudian juga lebih mengontrol jenis tontonan, serta memperbaiki rutinitas tidur siang," pungkas Triya.

Perubahan tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi stimulasi berlebihan sekaligus membantu memperbaiki pola tidur anak agar lebih teratur dan berkualitas.

(nga/asr)

Read Entire Article
| | | |