10 Makanan yang Tahan Lama, Nyaris Tak Bisa Kedaluwarsa

10 hours ago 8

CNN Indonesia

Minggu, 05 Apr 2026 13:20 WIB

Beberapa bahan makanan bisa bertahan sangat lama jika disimpan benar. Apa saja? Simak daftar dan tips penyimpanannya. Ilustrasi. Beras jadi salah satu makanan yang awet tanpa batas kadaluwarsa. (CNN Indonesia/Abdussaleem Muhammad)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Masa kedaluwarsa kerap menjadi patokan utama saat memilih makanan, sebagai penanda apakah suatu produk masih layak dikonsumsi atau tidak. Umumnya, setelah melewati tanggal tersebut, kualitas makanan akan menurun, bahkan berpotensi membahayakan kesehatan.

Namun, tidak semua bahan makanan memiliki masa simpan yang terbatas. Beberapa jenis bahan justru dikenal bisa bertahan sangat lama, bahkan nyaris tidak kedaluwarsa jika disimpan dengan cara yang tepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, apa saja makanan yang bisa disimpan dalam jangka waktu panjang? Berikut beberapa jenis makanannya, melansir berbagai sumber:

1. Beras putih

Dilansir dari Time, beras putih dapat bertahan lama selama disimpan dalam kondisi kering dan tertutup rapat. Pastikan beras bebas dari hama sejak awal dan disimpan dalam wadah kedap udara.

Setelah kemasan dibuka, sebaiknya beras dipindahkan ke wadah tertutup agar tetap segar. Sebaliknya, beras merah memiliki masa simpan lebih pendek, sekitar enam bulan, karena kandungan minyak alaminya membuatnya lebih mudah tengik.

2. Kacang kering

Kacang kering seperti kacang merah, kacang hitam, atau kacang lima dikenal memiliki masa simpan panjang. Selain lebih sehat karena tanpa tambahan garam seperti versi kalengan, kacang kering bisa bertahan hingga satu tahun jika disimpan di tempat sejuk dan kering.

3. Cuka putih

Cuka putih memiliki tingkat keasaman tinggi yang membuatnya stabil secara kimia. Bahan ini tidak hanya awet, tetapi juga tetap mempertahankan rasa dan fungsinya, baik untuk memasak maupun membersihkan, meski disimpan dalam waktu lama.

4. Garam

Baik garam dapur maupun garam laut pada dasarnya tidak memiliki batas kedaluwarsa selama disimpan di tempat kering. Namun, garam beryodium umumnya hanya bertahan sekitar lima tahun karena adanya tambahan zat tertentu.

5. Tepung jagung (maizena)

Tepung jagung atau maizena dapat bertahan sangat lama jika disimpan dalam kondisi kering dan tertutup rapat. Bahan ini juga tidak mudah rusak dan sering digunakan sebagai pengental dalam berbagai masakan.

6. Madu

Madu dikenal sebagai salah satu makanan dengan masa simpan paling panjang. Kandungan antibakteri dan antivirus alaminya membuat madu tidak mudah rusak.

Meski teksturnya bisa mengeras atau berubah warna, madu tetap aman dikonsumsi. Jika mengkristal, cukup rendam wadah dalam air hangat untuk mengembalikan teksturnya.

7. Biji chia

Biji chia tidak hanya kaya nutrisi, tetapi juga cukup awet. Jika disimpan dalam wadah tertutup di tempat sejuk atau di dalam kulkas, biji chia bisa bertahan hingga satu tahun tanpa kehilangan kualitasnya.

Two glasses of chia seed pudding with fresh berry fruits and mint topping for the breakfastIlustrasi. Chia seed. (Istockphoto/Getty Images/kajakiki)

8. Kopi instan

Kopi instan dapat bertahan hingga dua tahun selama kemasannya belum dibuka. Selain praktis, bahan ini juga kerap digunakan sebagai tambahan dalam berbagai olahan makanan dan kue.

9. Gula

Gula, baik putih, cokelat, maupun bubuk, pada dasarnya tidak memiliki masa kedaluwarsa. Namun, gula bisa mengeras atau menggumpal jika tidak disimpan dengan baik. Simpan dalam wadah tertutup untuk mencegah paparan udara lembap atau hama.

10. Minuman beralkohol

Mengutip Healthline, minuman beralkohol tidak benar-benar kedaluwarsa hingga menyebabkan sakit. Namun, rasanya dapat berubah seiring waktu, terutama setelah dibuka. Beberapa jenis seperti bir bisa kehilangan karbonasi, sementara anggur dapat berubah menjadi lebih asam.

Meski dikenal tahan lama, bukan berarti bahan-bahan di atas bisa disimpan sembarangan. Kunci utamanya terletak pada cara penyimpanan, yakni di tempat sejuk dan kering, menggunakan wadah tertutup rapat, serta menghindari paparan udara dan kelembapan.

Selain itu, perubahan warna, bau, atau tekstur tetap perlu diperhatikan sebagai tanda bahwa makanan sudah tidak layak konsumsi.

Memahami jenis makanan yang tahan lama dapat membantu mengurangi pemborosan sekaligus membuat pengelolaan dapur menjadi lebih efisien, terutama untuk bahan yang tidak digunakan setiap hari.

(anm/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |