18 Tentara AS Tewas, Trump Sebut Konflik dengan Iran Cuma 'Hal Kecil'

3 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menilai ketegangan militer antara negaranya dengan Iran hanyalah "hal kecil".

Trump menegaskan pandangan tersebut sekaligus membela Wakil Presiden AS, JD Vance yang enggan mengategorikan konflik di Timur Tengah sebagai sebuah "perang".

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam sesi wawancara di Oval Office, Jumat (4/9), merespons pernyataan Vance sehari sebelumnya. Menurut Trump, operasi militer AS di Iran saat ini bersifat berkala sehingga wajar jika tidak dianggap sebagai perang terbuka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Wakil Presiden JD Vance menolak penggunaan kata "perang" untuk menggambarkan aksi saling serang antara AS dan Iran yang telah berlangsung selama enam bulan. Vance menyatakan bahwa saat ini tidak ada kontak tembak aktif secara langsung di lapangan.

Padahal, eskalasi sempat memanas ketika Iran meluncurkan serangan balasan ke Kuwait, sekutu AS di kawasan Teluk, sebagai respons atas rangkaian gempuran udara AS dan Israel yang dimulai sejak 28 Februari 2026.

Meski tidak dianggap sebagai perang oleh pemerintah AS, konflik ini tercatat telah menelan anggaran negara lebih dari US$37,5 miliar (sekitar Rp570 triliun) dan menewaskan 18 prajurit militer AS.

"Saya bisa memahami apa yang dia [Vance] katakan. Saya menyebutnya sebagai konflik militer karena bagi kita ini adalah hal kecil. Ini bukan perkara besar," ujar Trump, seperti dilansir Asia One.

Mempertahankan argumennya, Trump membandingkan jumlah korban jiwa militer AS dalam konflik Iran dengan operasi militer AS di negara lain:

- Operasi Venezuela (Januari 2026): Penangkapan mantan Presiden Nicolás Maduro yang dibawa ke New York atas dakwaan perdagangan narkoba tidak menelan korban jiwa dari pihak AS.

- Konflik Iran (Februari 2026-Sekarang): Hanya mengandalkan serangan udara bersama Israel tanpa Mengerahkan pasukan darat, dengan total korban tewas 18 tentara AS.

- Perang Vietnam: Trump mengklaim AS kehilangan 100 ribu tentara, meski data resmi Arsip Nasional AS mencatat angka gugur sebanyak 58.220 personel.

Ketika didesak mengenai kelayakan menyebut konflik berdarah ini sebagai "hal kecil", Trump menegaskan bahwa hasil utama dari serangan udara tersebut adalah keberhasilan AS dalam melumpuhkan ambisi nuklir Tehran.

"Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, karena jika mereka memilikinya, Anda mungkin tidak akan berdiri di sini hari ini," ucap Trump.

(wiw)

Read Entire Article
| | | |