4 Bahaya Kebanyakan Makan Makanan UPF bagi Kesehatan

2 hours ago 3

CNN Indonesia

Rabu, 25 Mar 2026 07:01 WIB

Kebanyakan konsumsi makanan ultra-proses memiliki dampak buruk pada kesehatan. Lantas, apa saja bahaya keseringan makan makanan UPF? Ilustrasi. Bahaya makan makanan UPF. (iStockphoto/AlexPro9500)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Makanan ultra-proses atau ultra-processed food (UPF) kini banyak digemari masyarakat lantaran dianggap praktis dan mudah didapat.

Namun ternyata, berbagai penelitian melaporkan bahwa konsumsi makanan ultra-proses memiliki dampak buruk pada kesehatan.

Lantas, apa saja bahaya keseringan makan makanan UPF?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir dari Medical News Today, makan UPF adalah makanan yang mengandung bahan-bahan seperti pengemulsi, penstabil, pewarna, pemanis buatan, hingga zat aditif dan zat kimia lainnya.

Bahan-bahan ini ditambahkan untuk meningkatkan rasa, tampilan, dan tekstur makanan. Contoh yang umum adalah sosis, nugget, mi instan, minuman bersoda, dan makanan kemasan lainnya.

Selain kandungan, ultra-processed food juga dibuat melalui serangkaian teknik dan proses industri, sebelum akhirnya diterima konsumen.

Produk dengan lebih dari lima bahan biasanya termasuk kategori ini. Selain itu, makanan ultra-proses umumnya tinggi garam, gula, dan lemak jenuh.


Bahaya makanan UPF

Tanpa disadari, mengonsumsi makanan UPF terlalu sering dapat berisiko buruk pada kesehatan jangka panjang. Berikut beberapa bahaya makan makanan ultra-proses.


1. Picu kenaikan berat badan

Makanan UPF cenderung mengandung tinggi kalori tetapi rendah nutrisi seperti serat dan protein, dikutip dari The Guardian. Hal tersebut membuat seseorang jadi mudah lapar dan makan berlebihan.

Makan makanan tinggi kalori dan minim nutrisi tentu lama-kelamaan akan memicu kenaikan berat badan.


2. Meningkatkan risiko penyakit jantung

Makanan ultra-proses umumnya tinggi lemak jenuh, gula, dan garam, yang dapat memicu kenaikan tekanan darah, kolesterol, serta peradangan. Faktor-faktor ini mengganggu sistem jantung atau kardiovaskular.

Apalagi, makanan UPF juga minim kandungan serat dan nutrisi penting yang bisa menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan strok.


3. Meningkatkan risiko diabetes tipe 2

Konsumsi makanan UPF jangka panjang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Ini karena UPF umumnya mengandung tinggi gula tambahan dan karbohidrat olahan yang memicu lonjakan gula darah secara cepat.

Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat membebani insulin dalam mengatur kadar gula darah. Lama-kelamaan, tubuh akan mengalami resistensi insulin, yang menjadi awal dari penyakit diabetes tipe 2.

4. Mengganggu metabolisme tubuh

Selain berdampak pada penyakit kronis, konsumsi makanan UPF juga dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus.

Dijelaskan dalam jurnal yang dipublikasi Science Direct, tubuh memproduksi lebih banyak zat pemicu peradangan seperti LPS dan hidrogen sulfida yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Di sisi lain, produksi zat penting seperti butirat justru menurun. Padahal, butirat berperan menjaga lapisan usus dan sistem imun tetap optimal. Ketidakseimbangan ini membuat metabolisme tubuh terganggu, sehingga risiko peradangan dan berbagai penyakit meningkat dalam jangka panjang.

Dengan mengetahui sederet bahaya makanan UPF, bijaklah untuk membatasi konsumsinya dan beralih ke makanan minim proses demi kesehatan tubuh jangka panjang.

(fef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |