7 Aturan Pacaran di Usia 30-an Tahun, Tidak Harus Dibawa Ribet

6 hours ago 8

CNN Indonesia

Rabu, 17 Jun 2026 18:45 WIB

Ini aturan pacaran di usia 30-an tahun. Ilustrasi. Ada beberapa aturan pacaran di usia 30-an tahun yang perlu kamu pahami. (Shutterstock)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Katanya, pacaran di usia 30-an tahun itu ribet. Hal ini tidak sepenuhnya salah tapi jangan sampai menghalangi niatmu untuk menghidupkan kembali api cinta. Sebelum memutuskan pacaran, ada aturan-aturan yang perlu diperhatikan.

Kamu bukan orang yang sama seperti ketika umur 20-an tahun. Segala sesuatunya berubah termasuk kehidupan cinta. Melansir dari Brides, pacaran di usia 30-an sebenarnya lebih mudah karena sudah banyak makan asam garam dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kamu pun punya gambaran lebih baik soal apa yang mau dicapai dalam hidup, ingin tinggal di lingkungan seperti apa, juga preferensi soal parenting.

Akan tetapi yang membuat pacaran di usia 30-an tahun menjadi ribet atau terkesan sulit adalah arena persaingan yang sempit. Kamu bisa saja membawa lebih banyak beban dari pengalaman di masa lalu sehingga memengaruhi tipe calon pasangan.

Kendati demikian, pacaran di usia 30-an tahun bukan hal yang mustahil. Terapkan aturan berikut agar pacaran tetap nyaman tanpa harus dibawa ribet.

1. Kenali apa yang kamu mau dari si dia

Kriteria calon pasangan di usia 20-an dan 30-an jelas berbeda. Dulu kamu mungkin mendambakan pasangan yang mengendarai mobil dan mengajak makan di restoran mewah.

Kemudian di usia 30-an tahun, kriteria ini jadi lebih dalam. Kamu ingin ada kualitas tertentu dari pasangan sehingga hubungan tetap awet.

2. Lepaskan masa lalu

Ada beragam alasan orang melajang di usia 30-an tahun termasuk pengalaman patah hati akibat perselingkuhan atau perceraian.

Berangkat dari hal ini, kamu perlu sadar bahwa semua orang punya masa lalu kelam. Namun pengalaman-pengalaman itulah yang membentukmu sekarang.

Sebaiknya fokus pada masa kini dengan menentukan pilihan apa yang terbaik atau apa yang mau dilakukan berikutnya.

3. Waspadai pola pikir negatif

Jika kamu pernah mengalami hubungan yang gagal, maka menemukan pasangan baru mungkin terasa seperti mimpi. Namun jangan biarkan pikiran negatif mengusai diri.

Saat bertemu orang baru, berikan mereka kesempatan yang adil tanpa dihakimi atau dibandingkan dengan mantan pasangan sebelumnya.

4. Tanya apa yang dia cari

Melansir dari Vogue, pacaran di usia 30-an tahun sebaiknya tidak bertele-tele. Sebagai orang dewasa, kamu berhak bertanya tentang niat si dia berpacaran.

Apa dia ingin santai saja? Ingin hubungan serius? Dengarkan baik-baik jawabannya dan cek apa itu sejalan dengan niatmu. Jangan biarkan siapa pun membuang waktumu yang berharga.

5. Bersabarlah

Kamu mungkin ilfeel dengan dia yang tertawa terlalu keras, punya kuku panjang, atau bahasa Inggris dengan grammar berantakan. Namun jangan sampai hal-hal kecil ini membuatmu abai dengan dia.

Berikan kesempatan yang layak padanya untuk menunjukkan diri. Selama tidak melewati "batas", tentu tidak masalah.

6. Tetap bersenang-senang

Masa lajang layak dijadikan ruang tunggu sekaligus ruang untuk terus mengembangkan diri. Pun ketika sudah memiliki pacar, kehidupanmu tidak serta merta berpusat padanya.

Ingat, pacar bukan sumber kebahagiaan melainkan penambah kebahagiaan. Tanpa pacar pun seharusnya kamu tetap bahagia.

7. Jangan cari kesempurnaan

Pertimbangkan ekspektasimu terhadap pasangan dan evaluasi apa ekspektasi itu realistis. Ekspektasi pasangan seperti tokoh-tokoh drama Korea tentu kurang realistis.

Hubungan itu tentang bertemu di tengah-tengah. Tiap orang punya kekurangan begitu pula si dia.

(els)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |