7 Gejala Diabetes Pagi Hari yang Tak Boleh Diabaikan

3 hours ago 9

CNN Indonesia

Senin, 22 Jun 2026 06:45 WIB

7 Gejala Diabetes Pagi Hari yang Tak Boleh Diabaikan Ilustrasi. Jangan diabaikan, tanda yang muncul pagi hari bisa jadi gejala diabetes. (iStockphoto/Satjawat Boontanataweepol)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Gejala diabetes pagi hari sering kali dianggap sepele karena mirip dengan keluhan yang umum dirasakan banyak orang saat bangun tidur. Padahal, beberapa kondisi seperti rasa haus berlebihan, sering buang air kecil, hingga tubuh yang terasa sangat lelah bisa menjadi sinyal bahwa kadar gula darah sedang tidak terkendali.

Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.

Penyakit yang termasuk dalam kelompok sindrom metabolik ini banyak dipengaruhi oleh faktor gaya hidup. Konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan gula secara berlebihan, ditambah kurangnya aktivitas fisik, dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami diabetes.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika tidak ditangani dengan baik, diabetes dapat memicu berbagai komplikasi serius, termasuk penyakit kardiovaskular. Karena itu, mengenali tanda-tandanya sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah dampak yang lebih berat.

Gejala diabetes di pagi hari

Gejala diabetes dapat muncul pada waktu yang berbeda, termasuk saat seseorang baru bangun tidur. Beberapa tanda berikut perlu diwaspadai karena bisa menjadi indikasi kadar gula darah yang tidak normal.

Melansir Times of India, berikut beberapa gejala diabetes di pagi hari yang perlu diperhatikan:

1. Fenomena fajar (dawn phenomenon)

Salah satu tanda yang cukup khas adalah meningkatnya kadar gula darah pada pagi hari atau yang dikenal sebagai dawn phenomenon. Kondisi ini biasanya terjadi antara pukul 04.00 hingga 08.00 pagi.

Peningkatan gula darah dipicu oleh ritme sirkadian alami tubuh yang merangsang produksi hormon seperti kortisol dan hormon pertumbuhan. Hormon-hormon tersebut dapat meningkatkan resistensi insulin sehingga kadar gula darah melonjak saat seseorang bangun tidur.

2. Rasa haus berlebihan

Sering terbangun dengan rasa haus yang tidak biasa juga bisa menjadi tanda diabetes. Saat kadar gula darah tinggi, ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring dan membuang kelebihan glukosa melalui urine.

Proses ini membuat tubuh kehilangan banyak cairan dan memicu dehidrasi, yang kemudian menimbulkan rasa haus berlebih.

3. Sering buang air kecil

Penderita diabetes juga kerap mengalami peningkatan frekuensi buang air kecil, terutama pada malam hingga dini hari. Kelebihan glukosa dalam darah menarik lebih banyak cairan ke dalam urine.

Akibatnya, produksi urine meningkat dan membuat seseorang sering terbangun untuk ke kamar mandi. Pada pagi hari, kondisi ini bisa membuat kandung kemih terasa penuh atau muncul keinginan untuk segera buang air kecil setelah bangun.

4. Tubuh terasa lelah

Bangun tidur seharusnya membuat tubuh lebih segar. Namun, pada penderita diabetes, rasa lelah justru bisa tetap muncul meski sudah beristirahat semalaman.

Hal ini terjadi karena tubuh tidak mampu menggunakan glukosa secara optimal sebagai sumber energi. Selain itu, gangguan tidur akibat sering buang air kecil pada malam hari juga dapat memperparah kelelahan.

Di tengah aktivitas harian, gejala diabetes pagi hari berupa kelelahan sering kali membuat penderitanya sulit berkonsentrasi dan merasa kurang bertenaga sejak awal hari.

5. Mulut kering

Mulut yang terasa kering saat bangun tidur juga patut diwaspadai. Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan tubuh kehilangan lebih banyak cairan. Akibatnya, produksi air liur berkurang dan mulut terasa kering, lengket, atau tidak nyaman pada pagi hari.

6. Lapar berlebihan

Meski sudah makan malam dengan porsi cukup, penderita diabetes bisa tetap bangun dengan rasa lapar yang kuat. Kondisi ini dikenal sebagai polifagia.

Penyebabnya adalah sel-sel tubuh tidak memperoleh glukosa yang cukup akibat resistensi insulin. Akibatnya, otak menganggap tubuh kekurangan energi dan mengirimkan sinyal untuk makan lebih banyak.

7. Kesemutan pada tangan dan kaki

Kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki dapat menjadi tanda awal neuropati diabetik, yaitu kerusakan saraf akibat tingginya kadar gula darah dalam jangka panjang. Keluhan ini sering terasa lebih jelas saat bangun tidur karena posisi tidur yang menekan saraf dalam waktu lama dapat memperparah sensasi kesemutan.

Munculnya gejala-gejala di atas tidak selalu berarti seseorang pasti mengalami diabetes. Namun, jika keluhan terjadi berulang atau disertai tanda lain seperti penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas dan penglihatan kabur, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan medis.

Gejala diabetes pagi hari penting dikenali sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko komplikasi serius dapat diminimalkan. Dengan deteksi dan pengelolaan yang tepat, kualitas hidup penderita diabetes tetap bisa terjaga dengan baik.

(tis/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |