Jakarta, CNN Indonesia --
Surat terbuka dari AFC, bersama UEFA dan CONCACAF, yang berisi serangan kepada Gianni Infantino kini mendapat balasan dari Qatar.
Pekan lalu AFC bersama UEFA dan CONCACAF merilis surat terbuka yang berisi tekanan kepada Infantino untuk lengser dari kursi presiden FIFA.
Kini Presiden Asosiasi Sepak Bola Qatar, Hamad bin Khalifa Al Thani, yang menegaskan AFC selaku Konfederasi Sepak Bola Asia tidak berkonsultasi terlebih dahulu kepada para anggotanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Al Thani menulis surat kepada Presiden AFC, Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, soal ketiadaan komunikasi sebelum mengeluarkan surat terbuka yang seolah-olah berbicara mewakili para anggota.
"Pandangan kolektif harus dipastikan terlebih dahulu, itu tidak bisa hanya sekadar asumsi, dan tidak dapat diwujudkan hanya dengan deklarasi," tulis Al Thani dalam surat yang dikutip dari Reuters.
"Baik QFA [Asosiasi Sepak Bola Qatar] maupun saya...tidak dikonsultasikan, baik secara formal maupun informal, sebelum pernyataan tersebut dikeluarkan. Tidak ada pemberitahuan sebelumnya yang diberikan, tidak ada surat yang diedarkan, tidak ada kesempatan untuk mengomentari, atau berkontribusi pada isinya sebelum dirilis secara publik atas nama AFC dan atas nama anggota AFC."
Ia meminta AFC menjelaskan maksud dari surat terbuka yang dirilis tanpa konsultasi dengan 47 asosiasi anggota.
Infantino mendapat tekanan setelah mengeluarkan proposal penjualan saham Piala Dunia. Kendati sudah dibatalkan, orang nomor satu di FIFA itu tetap mendapat tekanan untuk mundur.
Sementara kongres pemilihan FIFA akan berlangsung pada Maret 2027 dan saat ini konfederasi-konfederasi serta anggota-anggota asosiasi FIFA masih terbelah.
Qatar bersama beberapa negara Arab belakangan mendeklarasikan dukungan kepada Infantino.
(nva/rhr)


















































