Jakarta, CNN Indonesia --
Gubernur Pramono Anung menyatakan dukungan penuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terhadap penyelenggaraan Ultra Marathon 2026. Pemprov disebut siap memfasilitasi peserta yang akan memulai perjalanan dari Balai Kota Jakarta pada 16 Oktober mendatang.
Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri Road to ITB (Institut Teknologi Bandung) Ultra Marathon 2026 di Chillax Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (16/8) pagi. Kegiatan ini merupakan rangkaian menuju ITB Ultra Marathon 2026 yang digelar pada 16-18 Oktober 2026, dengan rute 180 kilometer dari Jakarta menuju ITB Bandung melalui Bogor, Puncak, Cianjur, Padalarang, dan Cimahi.
"Kami memberikan dukungan sepenuhnya. Saya sudah menyampaikan kepada panitia kalau 16 Oktober nanti mau mulai lari dari Balai Kota, dengan senang hati kami akan fasilitasi. Selamat lari dan mudah-mudahan kita semua sehat," ujar Pramono.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rangkaian ITB Ultra Marathon 2026 ini menghadirkan sejumlah kategori, yakni Ultra Marathon, Fun Run, dan Virtual Run yang terbuka bagi pelari umum di berbagai wilayah, serta bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di area finis.
"Road to ITB Ultra Marathon hari ini dilaksanakan dengan rute sepanjang 7,7 kilometer di kawasan Car Free Day (CFD). Sementara, jarak yang ditempuh pada ITB Ultra Marathon 2026 sepanjang 180 kilometer," kata Pramono.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, penyelenggaraan ajang ini sejalan dengan target pemerintah meningkatkan rata-rata usia harapan hidup masyarakat Indonesia dari 74 menjadi 76 tahun. Menurutnya, target tersebut perlu didukung dengan pemeriksaan kesehatan rutin dan olahraga secara teratur.
"Syaratnya dua, cek kesehatan gratis, biar ketahuan kalau ada penyakit. Dan jangan lupa bergerak, berolahraga zona 2, 30 menit sehari, lima hari seminggu. Oleh karena itu, ayo segera kita lari!" ujar Budi.
Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara menyatakan bahwa Road to ITB Ultra Marathon 2026 merupakan tahun kesembilan pelaksanaan kegiatan.
Selain menjadi ajang olahraga dan reuni alumni, kegiatan ini juga menghadirkan pengabdian masyarakat melalui penyediaan air bersih dan pengolahan sampah terpadu di sejumlah lokasi sepanjang rute.
"Ini adalah momen di mana alumni berkumpul dua hari, dua malam, dua provinsi, dua kota. ITB itu tidak ada artinya kalau tidak ada alumninya. Jadi kita tidak hanya berlari, tetapi memberikan dampak juga kepada masyarakat. Ini beyond run, bukan hanya sekadar berlari, tetapi memberikan dampak bagi masyarakat," pungkas Tatacipta.
ITB Ultra Marathon menjadi wadah bagi alumni untuk berkumpul, seta mempererat silaturahmi melalui olahraga. Peserta dapat mengikuti perjalanan Jakarta-Bandung secara individual maupun beregu dalam format estafet, dengan rangkaian kegiatan yang turut melibatkan masyarakat di sepanjang rute.
(rea/rir)


















































