Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak ratusan rumah mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8).
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari merinci sebanyak 154 unit mengalami rusak berat, 49 unit rusak sedang, dan 38 unit rusak ringan. Abdul mengatakan data tersebut masih bersifat dinamis dan akan terus berkembang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan melakukan percepatan-percepatan dalam penghitungan dan verifikasi serta validasi data ini supaya proses-proses yang berkaitan dengan administrasi nantinya by name by address dari warga terdampak yang memiliki hak untuk mendapatkan dukungan perbaikan rumah rusak dari pemerintah, bisa kita segera jalankan," kata Abdul dalam konferensi pers, Minggu (16/8).
Abdul meminta warga di wilayah terdampak mengecek kondisi rumah serta memerhatikan kemungkinan kerusakan struktur, tiang yang retak, sudut rumah yang lepas, hingga dudukan kuda-kuda atap yang bergeser atau tidak lagi berada pada posisi.
"Kalau saudara-saudara kita, warga yang di daerah terdampak memiliki kondisi rumah pascagempa seperti tadi, segera laporkan pada aparat RT terdekat, RW, atau aparat desa, atau ke kantor BPBD setempat," katanya.
Dalam kesempatan itu ia mengatakan berdasar laporan dari PLN, sejumlah wilayah yang mengalami pemadaman listrik pada hari pertama gempa sudah mulai kembali mendapatkan aliran listrik.
"Tetapi kami tetap mengimbau jika masih ada daerah-daerah yang masih mengalami pemadaman, segera melaporkan melalui call center BNPB 117 untuk bisa segera kita koordinasikan dengan PLN untuk langkah-langkah pemulihan aliran listrik tersebut," ucapnya.
Hingga Minggu sore, total korban meninggal dunia akibat gempa berjumlah 53 jiwa. Rinciannya di Kabupaten Manggarai Barat 1 jiwa, Manggarai Timur sebanyak 20 jiwa, Kabupaten Manggarai sebanyak25 jiwa, Nagekeo sebanyak 1 jiwa, Sikka sebanyak 4 jiwa, dan Ende 2 jiwa.
"Untuk korban luka yang saat ini sedang dirawat di faskes terdekat, total berjumlah 135 jiwa, terdiri di Sikka 12 jiwa, Manggarai 17 jiwa luka berat, 20 jiwa luka ringan, Manggarai Timur 21 jiwa luka berat, 59 jiwa luka ringan, Manggarai Barat 6 jiwa luka berat," kata dia.
(fea)


















































