Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi memberi kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dalam beberapa tahun ke depan.
Airlangga menyebut program andalan Presiden Prabowo Subianto itu dapat menjadi salah satu pendorong untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen pada 2028.
Dia menjelaskan program MBG tak hanya berfungsi sebagai kebijakan perlindungan sosial, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi melalui peningkatan belanja pemerintah dan penciptaan lapangan kerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melalui program makan bergizi gratis, kita tidak hanya memberi manfaat sosial, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan skala yang ada sekarang, target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2028 itu menurut saya masuk akal untuk dicapai," ujar Airlangga dalam acara Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Shangri-La Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (3/2).
Ia menyebut MBG saat ini telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat dan ditargetkan meningkat menjadi sekitar 83 juta orang pada akhir tahun.
Dari sisi anggaran, Airlangga menyampaikan belanja pemerintah untuk program MBG mencapai sekitar Rp80 triliun per tiga bulan. Angka tersebut meningkat dibandingkan program dukungan ekonomi pada tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp37 triliun.
"Belanja untuk program makan bergizi gratis per kuartal sekitar Rp80 triliun. Tahun lalu, program dukungan ekonomi sekitar Rp37 triliun. Jika belanjanya menjadi dua kali lipat, itu berarti ada ruang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," katanya.
Selain belanja negara, Airlangga menekankan dampak program ini terhadap penciptaan lapangan kerja. Ia memperkirakan program MBG dapat menyerap sekitar 3 juta tenaga kerja di berbagai sektor yang terlibat dalam rantai pasok.
"Penciptaan lapangan kerja dari program ini sekitar 3 juta orang. Jika 1 persen pertumbuhan ekonomi bisa menciptakan 400 ribu lapangan kerja, maka dampaknya bisa setara sekitar 7 persen pertumbuhan, dengan catatan rantai pasoknya berjalan baik," jelasnya.
Dengan kombinasi peningkatan belanja pemerintah, penciptaan lapangan kerja, serta dukungan rantai pasok, Airlangga menilai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen pada 2028 berada dalam jalur yang realistis untuk dicapai.
"Karena itu, saya melihat pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2028 sudah di jalurnya dan wajar untuk dikejar," ujarnya.
(del/sfr)

















































