Alasan Umay Shahab Ganti Judul Film Jadi Memburu Pemangsa

5 hours ago 1

CERITA DI BALIK LAYAR

CNN Indonesia

Sabtu, 05 Sep 2026 12:05 WIB

Wawancara eksklusif film Memburu Pemangsa , Umay Shahab Umay Shahab blak-blakan soal proses kreatif di balik garap Memburu Pemangsa hingga berujung pergantian judul akhir. (CNN Indonesia/ Enrian Jonathan)

Jakarta, CNN Indonesia --

Memburu Pemangsa menjadi film Indonesia terbaru yang memadukan genre horor crime action dalam mengangkat isu sensitif. Film ini fokus menghadapi perkara penculikan dan kekerasan terhadap anak.

Film tersebut mengikuti empat jurnalis yang mengusut kasus pembunuhan dan penculikan anak hingga menemukan fakta bahwa pelakunya merupakan seorang pedofilia yang bekerja sama dengan iblis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sutradara Umay Shahab mengatakan proses menggarap Memburu Pemangsa tidak lepas dari riset mendalam dan berkomunikasi dengan para ahli untuk memastikan isu yang diangkat tidak sekadar menjadi gimmick horor.

"Dalam mengangkat kasus ini pun juga kami pastinya sudah melakukan riset yang mendalam dengan kriminolog, dengan psikolog anak, dengan komnas anak, dan lain-lain," kata Umay Shahab kepada CNNIndonesia.com, Senin (24/8).

"Jadi kayak gimana caranya filmnya tidak hanya quote-on-quote orang berpikirnya menjual sensasi tentang bahwa ini horor dengan gimmick pedofilia gitu. Padahal ya kita benar-benar 100 persen mengangkat kasus, mengangkat apa yang lagi marak terjadi."

[Gambas:Video CNN]

Umay juga menjelaskan alasan memilih horor sebagai kendaraan untuk menyampaikan cerita tentang predator anak. Pilihan tersebut turut mempertimbangkan kuatnya pasar film horor di Indonesia.

Genre horor secara konsisten mengisi jajaran film box office Indonesia dengan jumlah penonton tinggi, sehingga menjadi salah satu genre yang memiliki basis penonton besar di pasar domestik.

"Kalau bagi aku pribadi, karena pemangsa anak atau pelaku kekerasan anak, atau specifically pelaku pedofilia itu lebih rendah daripada iblis, atau bahkan kalau di film ini kan pelaku pedofilia yang bekerja sama dengan iblis," tuturnya.

"Buat aku pribadi tuh istilahnya kayak lebih, iblis aja minder gitu. Iblis aja perannya digantikan gitu," jelas Umay.

"Jadi kayak, buat aku kayaknya cocok deh ketika film ini disampaikan melalui genre horror gitu. Dan aku ngerasakan juga genre horror kan adalah domainnya masyarakat Indonesia gitu. Bahasa, kayak pilihan nomer satu orang Indonesia adalah genre horror gitu."

Sementara itu, pemilihan empat jurnalis sebagai karakter utama tak lepas dari peran media dalam menyebarkan informasi di era digital yang dinilai berkaitan erat dengan upaya mendapatkan keadilan bagi korban.

Kehadiran empat jurnalis itu juga menjadi salah satu tantangan dalam menemukan batas agar cerita tetap seru dengan penyampaian isu yang bertanggung jawab.

"Karena aku merasa di era sekarang no viral, no justice," kata Umay. "Yang tidak mudah kan pasti adalah karena karakternya jurnalis, batasnya kan banyak ya."

"Jurnalis itu ya enggak boleh upload berita tanpa izin dari pemred [pemimpin redaksi], enggak boleh upload berita yang enggak kredibel, banyak lah gitu. Jadi kayak kami harus bermain di batasan-batasan yang ada dan tetap beretika juga gitu," kata Umay.

Alasan ganti judul

Proses tersebut yang kemudian membuatnya mengubah working title film tersebut berubah dari Siksa Sampai Mati menjadi Memburu Pemangsa sebagai final title.

"Setelah kami nonton berkali-kali filmnya, kita ngerasa bahwa Memburu Pemangsa tuh jauh lebih cocok karena film ini kan punya misi yang positif sebenarnya," jelas Umay.

"Dari premisenya menjelaskan bahwa film ini punya good cause, tapi ketika judulnya terlalu, apa ya, judulnya tuh rasanya terlalu sensasional... Kayak nanti takutnya si nilai positif yang berusaha kita hadirkan malah akan kalah sama judulnya."

Sesuai premisenya, film ini menceritakan empat jurnalis perempuan melacak dan memburu predator anak yang meneror suatu kawasan.

Empat jurnalis itu memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Laura Basuki menjadi salah satu dari empat jurnalis dan beradu peran dengan Prilly Latuconsina, Yasamin Jasem, dan Taskya Namya.

"Kalau di sini Agnes adalah seorang ibu yang baru kehilangan anaknya. Dan dia punya kemampuan sixth sense," jelas Laura tentang perannya.

"Kalau Taskya sebagai Brina, dia punya kemampuan muay thai. Jadi di sini dia banyak action-nya. Terus kalau Yasamin di sini berperan sebagai Anya, dia adalah otaknya, researcher. Jadi dia yang mencari teori-teori dan fakta-fakta," lanjutnya.

"Kemudian Prilly [Cia] di sini dia adalah sosok pemberani ya. Benar-benar dia berapi-api ingin memberitakan hal yang benar secepat mungkin."

Memburu Pemangsa tayang 24 September di bioskop.

[Gambas:Youtube]

(van/chri)

Read Entire Article
| | | |