CNN Indonesia
Senin, 23 Feb 2026 20:15 WIB
Andrew Mountbatten-Windsor dilaporkan berteriak histeris sambil menangis sambil membawa nama mendiang ibunya, Ratu Elizabeth II, saat ditangkap. (REUTERS/Phil Noble)
Jakarta, CNN Indonesia --
Andrew Mountbatten-Windsor dilaporkan berteriak histeris sambil menangis sambil membawa nama mendiang ibunya, Ratu Elizabeth II, saat dipaksa keluar dari kediaman mewahnya di Royal Lodge, Windsor.
Pengusiran paksa dari rumah dengan 30 kamar tersebut merupakan buntut panjang dari keterlibatan pria yang dulu disapa Pangeran Andrew itu dalam skandal kejahatan seksual Jeffrey Epstein.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia menolak untuk pergi atau mengambil tanggung jawab apa pun," ujar seorang sumber kepada The Sun on Sunday.
"Ketika ia diperintahkan untuk keluar, ia begitu arogan dan tidak menyadari kenyataan sehingga berulang kali berteriak, 'Tapi saya putra kedua Ratu, Anda tidak bisa melakukan ini kepada saya!'"
Page Six pada Minggu (22/2) menyebut, langkah pengosongan ini dilakukan awal Februari 2026. Mantan Duke of York tersebut kini direlokasi ke Sandringham Estate sebagai konsekuensi atas runtuhnya reputasinya.
Kondisi hukum pria berusia 66 tahun ini kian terpojok. Selain skandal pelecehan, Andrew kini menghadapi dakwaan baru atas dugaan pelanggaran dalam jabatan publik.
Ia dituduh membocorkan dokumen perdagangan rahasia Inggris kepada Epstein saat masih menjabat sebagai utusan perdagangan resmi. Jika terbukti bersalah, Andrew terancam hukuman penjara seumur hidup.
Menanggapi hal ini, Raja Charles III menegaskan tidak akan memberikan keringanan hukum kepada adiknya.
"Lembaga berwenang mendapat dukungan dan kerja sama penuh dari kami. Hukum harus ditegakkan," tegas Raja Charles dalam pernyataan resminya.
Pada Kamis (19/2) malam, Andrew terlihat meninggalkan Kantor Polisi Aylsham dengan bersembunyi di kursi belakang mobil.
Hingga saat ini, pihak perwakilan Andrew belum memberikan komentar resmi terkait pengusiran maupun proses hukum yang menjeratnya.
Hubungan Andrew dengan Jeffrey Epstein bermula lewat perantara Ghislaine Maxwell. Meski Epstein telah terdaftar sebagai pelanggar seks sejak 2008, Andrew tetap menjalin hubungan dekat dan mengunjungi berbagai properti mewah milik miliarder tersebut.
Kejatuhan Andrew dimulai sejak 2019 ketika foto Andrew bersama korban di bawah umur viral setelah kematian Epstein.
Ratu Elizabeth II kemudian mencabut gelar militer dan perlindungan kerajaannya pada 2022. Puncak keterlibatan Andrew setelah rilisnya dokumen rahasia Epstein files oleh pemerintah AS pada awal tahun ini.
(gis/end)


















































