Apakah Zakat Fitrah Wajib? Ini Hukum, Syarat, dan Waktu Pembayarannya

6 hours ago 7

CNN Indonesia

Rabu, 11 Mar 2026 10:45 WIB

Zakat fitrah bertujuan untuk menyucikan diri selama Ramadan serta membantu masyarakat yang membutuhkan. Lantas, apakah membayar zakat fitrah wajib? Ilustrasi. Zakat fitrah bertujuan untuk menyucikan diri selama Ramadan serta membantu masyarakat yang membutuhkan. Lantas, apakah membayar zakat fitrah wajib? (iStockphoto)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Menjelang Hari Raya Idulfitri, pertanyaan yang sering muncul di tengah masyarakat adalah apakah zakat fitrah wajib bagi setiap Muslim.

Dalam Islam, zakat fitrah memang memiliki kedudukan yang sangat penting karena menjadi bagian dari kewajiban yang harus ditunaikan sebelum merayakan kemenangan setelah menjalani puasa Ramadan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Zakat fitrah merupakan kewajiban yang bersifat fardhu ain, artinya wajib bagi setiap individu Muslim. Kewajiban ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan, orang dewasa maupun anak-anak, selama mereka termasuk golongan yang mampu untuk menunaikannya.

Tujuan utama zakat fitrah bukan sekadar memenuhi kewajiban ibadah. Zakat ini juga berfungsi untuk menyucikan diri setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan serta membantu masyarakat yang membutuhkan agar dapat merasakan kebahagiaan saat Idulfitri.

Secara umum, zakat fitrah dibayarkan dalam bentuk makanan pokok. Di Indonesia, makanan pokok yang dimaksud biasanya berupa beras. Jumlah yang harus dikeluarkan adalah sekitar 2,5 kilogram atau setara 3,5 liter beras per orang.

Pembayaran zakat fitrah dapat dilakukan oleh setiap individu secara langsung. Namun dalam praktiknya, kepala keluarga biasanya bertanggung jawab membayarkan zakat untuk seluruh anggota keluarga yang menjadi tanggungannya.

Hal penting terkait zakat fitrah

Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa hal penting yang perlu diketahui terkait zakat fitrah.

1. Syarat mampu

Zakat fitrah hanya diwajibkan bagi orang yang memiliki kelebihan makanan pokok untuk dirinya dan keluarganya pada malam serta hari raya Idulfitri.

Jika seseorang tidak memiliki kelebihan makanan pada waktu tersebut, maka ia tidak diwajibkan membayar zakat.


2. Tanggung jawab kepala keluarga

Dalam banyak keluarga, zakat fitrah biasanya dibayarkan oleh kepala keluarga. Ia menanggung pembayaran untuk dirinya sendiri, pasangan, anak-anak, serta anggota keluarga lain yang menjadi tanggungannya.


3. Waktu pembayaran

Zakat fitrah mulai dapat ditunaikan sejak awal Ramadan. Namun batas akhirnya adalah sebelum pelaksanaan salat Idulfitri.

Jika dibayarkan setelah salat Id, maka statusnya bukan lagi zakat fitrah melainkan sedekah biasa.


4. Diperuntukkan bagi yang berhak

Zakat fitrah diberikan kepada golongan yang membutuhkan atau yang disebut mustahik. Tujuannya agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan dan kecukupan pada hari raya.


5. Tidak wajib bagi yang benar-benar tidak mampu

Seseorang yang tidak memiliki kelebihan makanan untuk dirinya dan keluarganya pada hari raya tidak dibebani kewajiban zakat fitrah. Bahkan dalam kondisi tersebut, ia justru berhak menerima zakat.

Para ulama juga menegaskan bahwa meninggalkan zakat fitrah tanpa alasan yang dibenarkan termasuk perbuatan yang berdosa.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menunaikannya tepat waktu agar ibadah Ramadan menjadi lebih sempurna.

Selain memberikan manfaat spiritual, zakat fitrah juga memiliki dampak sosial yang besar. Dengan kewajiban ini, kesenjangan sosial dapat sedikit berkurang karena mereka yang berkecukupan membantu saudara yang kurang mampu.

Demikian penjelasan apakah zakat fitrah wajib atau tidak. Hal ini penting bagi setiap Muslim agar tidak melewatkan salah satu ibadah yang menjadi bagian dari penyempurna puasa Ramadhan sekaligus wujud kepedulian terhadap sesama.

(asp/fef)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |