Jakarta, CNN Indonesia --
Amerika Serikat dan Israel menggempur habis-habisan masjid dan pom bensin di Universitas Teknologi Sharif, Teheran, Iran pada Senin (6/4).
Media semi pemerintah Iran Tasnim News Agency melaporkan serangan menyebabkan SPBU dan masjid di kampus terbakar, demikian dikutip Al Jazeera.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam foto yang dirilis akun media sosial Tasnim tampak bagian dalam masjid hancur dan puing-puing berserakan.
"Foto masjid di Universitas Sharif setelah musuh menggempur kampus," demikian keterangan berbahasa Farsi di unggahan tersebut.
Sejak AS-Israel meluncurkan operasi militer di Iran pada 28 Februari, lebih dari 30 kampus hancur.
Menteri Sains Iran Hossein Simaei Sarraf menuturkan AS sengaja menjadikan perguruan-perguruan tinggi sebagai sasaran serangannya.
"Hingga saat ini, lebih dari 30 universitas telah menjadi target langsung," ujar Sarraf pada Minggu.
Pekan lalu, Israel menggempur Universitas Shahid Beheshti di Teheran utara. Kampus ini merupakan pusat penelitian yang penting bagi Iran.
Di pekan yang sama, pasukan Zionis juga membombardir Institut Riset Laser dan Plasma.
"Menyerang universitas dan pusat penelitian berarti membawa kita kembali ke Zaman Batu," kata Sarraf lagi.
Israel menargetkan berbagai lokasi penelitian dan pengembangan terkait program nuklir dan persenjataan Iran untuk melemahkan negara tersebut.
Di kesempatan itu, Sarraf juga mengatakan AS-Israel turut menargetkan ilmuwan dan profesor. Dalam Perang 12 Hari tahun lalu, sebanyak beberapa pakar tewas imbas serangan kedua negara tersebut.
(isa/bac)
Add
as a preferred source on Google


















































