Jakarta, CNN Indonesia --
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, secara langsung memimpin evakuasi tiga korban gempa magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai Timur yang membutuhkan penanganan medis segera.
Operasi penyelamatan dilakukan menggunakan helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604 yang disiagakan dari Bandara Komodo, Labuan Bajo, Selasa (18/8).
Ketiga korban warga Desa Haju Wangi dan Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, menderita patah tulang (fraktur) dan dislokasi akibat reruntuhan bangunan saat gempa terjadi. Salah satunya seorang anak perempuan berusia 5 tahun.
"Helikopter Dauphin Basarnas tiba di Posko Utama Satar Kampas pukul 10.28 WITA dan kemudian membawa ketiga korban menuju Labuan Bajo. Helikopter mendarat dengan selamat di Bandara Komodo pada pukul 11.00 WITA," terang Kabasarnas Mohammad Syafii dalam keterangan resminya, Selasa, (18/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setibanya di Bandara Komodo, ketiga korban langsung dirujuk ke rumah sakit dengan pendampingan dokter dan tim medis untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Syafii menegaskan komitmen Basarnas untuk terus bersiaga penuh di seluruh wilayah terdampak.
"Kami berharap seluruh Tim SAR Gabungan terus bersiaga penuh dalam penanganan dan evakuasi korban, terutama mereka yang membutuhkan penanganan medis lanjutan pascagempa M 7,7 ini. Mari kita pastikan Basarnas bersama Potensi SAR selalu hadir untuk masyarakat terdampak, khususnya di wilayah Manggarai Timur, Manggarai, dan Nagekeo," ucap Syafii.
Syafii menginstruksikan seluruh personel SAR gabungan dan potensi SAR untuk tetap siaga penuh dalam merespons laporan warga, terutama yang membutuhkan tindakan evakuasi medis darurat di wilayah terdampak, seperti Manggarai Timur, Manggarai, dan Nagekeo.
(lou/har)

















































