Kapal Perang AS Mati Listrik 4 Hari di Laut China Selatan

2 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah kapal perusak milik Angkatan Laut Amerika Serikat disebut mengalami kerusakan dengan empat hari tanpa toilet, dapur, dan penyejuk udara mati listrik saat berada di Laut China Selatan (LCS).

Armada ke-7 AS menyatakan insiden itu terjadi karena kegagalan mesin saat USS Benfold melakukan operasi rutin di Indo-Pasifik pada 24 Juli lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"(Ada) kerusakan teknis yang melibatkan generatornya," kata juru bicara Armada ke-7 Komandan Angkatan Laut Matthew Comer, seperti dikutip CNN.

Comer mengatakan insiden ini juga menghilangkan kemampuan kapal seberat 10.000 ton tersebut untuk bermanuver sendiri. Meski begitu, tidak ada awak yang terluka selama kurun waktu tersebut.

"Tidak ada awak yang terluka, dan mereka menunjukkan ketahanan, ketabahan, profesionalisme, dan keteguhan tak tergoyahkan dalam respons mereka," kata Comer.

Menurut laporan USNI News, penyebab mati listrik tersebut saat ini sedang diselidiki. USS Benfold adalah kapal perusak rudal berpemandu kelas Arleigh Burke.

Insiden terhadap Benfold menandai masalah terbaru pada kapal perang AS yang belakangan menyita perhatian karena para pelaut dan marinir di USS Abraham Lincoln dilaporkan mengalami tekanan berat buntut perang tak berkesudahan di Timur Tengah.

Kapal Benfold sering menjadi bagian dari kelompok serang USS George Washington, kapal induk yang saat ini sedang menuju Timur Tengah. Washington dikerahkan untuk menggantikan USS Abraham Lincoln yang sudah lebih dari 260 hari ditugaskan untuk mendukung perang melawan Iran.

Para analis dan anggota parlemen dari Partai Demokrat menyebut angkatan laut AS sudah kewalahan menghadapi tuntutan perang dan komitmen global mereka.

aCarl Schuster, mantan kapten Angkatan Laut AS yang pernah bertahan sekitar empat jam tanpa aliran listrik di kapal perusak di dekat Puerto Rico, menggambarkan rasanya mati lampu di atas kapal perang.

"Situasinya pasti sangat menegangkan. Para perwira operasi khawatir tentang moral kru dan masalah operasional, para insinyur fokus pada bagaimana cara menyelesaikannya, dan navigator khawatir tentang arah hanyut mereka dan cuaca apa yang akan datang. Para kru khawatir tentang cuaca, makanan, dan apa yang akan terjadi selanjutnya. Komandan dan perwira eksekutif khawatir tentang semua itu dan kapan bantuan akan tiba," kata Schuster.

"Saya jamin, empat jam di perairan tenggara Puerto Rico tidak sama stresnya dengan empat hari di Laut Cina Selatan," tambahnya.

Menurut Comer, kapal penjelajah rudal berpemandu USS Robert Smalls memasok makanan matang untuk Benfold selama listrik padam.

Kapal-kapal lain dalam Gugus Tempur Kapal Induk USS George Washington yang berbasis di Jepang juga memberikan bantuan selama empat hari sebelum Benfold ditarik ke Teluk Subic di Filipina untuk diperbaiki.

Menurut Angkatan Laut AS, perbaikan selesai pada 8 Agustus. Benfold kini telah kembali bertugas.

(blq/dna)

Read Entire Article
| | | |