Jakarta, CNN Indonesia --
China mengancam akan mengambil tindakan tegas ke Taiwan usai pemerintahan pulau itu merilis situs yang mendorong warga Negeri Tirai Bambu melaporkan informasi intelijen.
Juru bicara Kantor Urusan Taiwan China, Chen Binhua, menuding Taipei terlibat dalam pencurian intelijen, infiltrasi, dan kegiatan sabotase, yang meningkatkan konfrontasi lintas selat dan merusak hubungan lintas selat.
"Ini sepenuhnya mengungkap pendirian mereka yang pro-kemerdekaan Taiwan, kekeraskepalaan mereka, pola pikir konfrontatif, dan penolakan untuk mengubah haluan," kata Chen pada Selasa (16/6), dikutip Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengutuk keras hal ini dan akan mengambil tindakan balasan dengan tegas," imbuh dia.
Namun, Chen tak memberi rincian lebih lanjut tindakan apa yang akan diambil. Dia lalu mewanti-wanti warga China organisasi, perusahaan, dan kelompok lain punya tanggung jawab dan kewajiban untuk menjaga keamanan.
"Bagi mereka yang memberikan informasi intelijen kepada badan intelijen Taiwan dengan cara yang merupakan tindak pidana, departemen terkait akan menuntut pertanggungjawaban hukum sesuai dengan undang-undang," ucap Chen.
Taiwan merilis situs tersebut pada pekan lalu. Mereka mengatakan kanal itu sebagai jalur aman bagi orang-orang yang disebut memiliki banyak kekecewaan terhadap sistem dan menginginkan perubahan.
China sebetulnya pernah melakukan taktik serupa pada 2024. Ketika itu, mereka mengumumkan alamat email yang bisa mendorong orang melaporkan informasi soal kejahatan yang dilakukan "separatis" Taiwan.
China dan Taiwan sudah lama saling memata-matai. Hubungan kedua pihak ini renggang dalam beberapa tahun terakhir menyusul keinginan Taipei memisahkan diri dari Beijing.
Beijing tak tinggal diam. Mereka berulang kali bersumpah akan mempertahankan Taipei bila perlu dengan paksa.
(isa/dna)
Add
as a preferred source on Google


















































