Bencana Tanah Gerak di Tegal dan Semarang, Ribuan Pengungsi Terdampak

2 hours ago 2
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Peristiwa tanah gerak masih terjadi di Kabupaten Tegal dan Kota Semarang, Jawa Tengah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat fenomena pergerakan tanah di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, masih berlangsung aktif hingga Senin (9/2). Jumlah pengungsi juga dilaporkan terus bertambah lebih dari 2.000 jiwa.

Sementara itu, peristiwa tanah gerak di Kota Semarang terjadi di Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang. Belasan rumah terdampak fenomena tanah gerak itu, dan jalan akses jalan penghubung antara Jangli dan kawasan Universitas Diponegoro (Undip) terputus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut rangkuman update peristiwa tanah gerak di dua daerah Jawa Tengah tersebut:

Tanah gerak di Semarang

Lurah Jangli, Maria Teresia Takndare, mengatakan tanah gerak terjadi di RT 07 RW 01 Kelurahan Jangli, Kamis (5/2) dan Jumat (6/2) lalu. Peristiwa tersebut dipicu hujan deras yang turun terus-menerus dalam beberapa pekan terakhir.

Para warga yang terdampak meminta bantuan pemerintah supaya direlokasi, karena waswas tinggal di atas tanah yang terus bergerak.

Pada Senin (9/2), beberapa warga mengevakuasi barang di dalam rumah untuk dibawa ke rumah kerabatnya. Sebagian warga juga berkumpul di pengungsian yang didirikan di musala terdekat karena rumahnya sudah tak bisa dihuni lagi karena terdampak tanah gerak.

Mereka menatap rumah dan jalanan yang sudah porak poranda.

Salah satunya Slamet Riyadi (47), yang rumahnya baru saja dipenuhi tanah yang retak di setiap sudut. 

Slamet dan warga terdampak lainnya mengaku waswas hingga berencana mengungsi agar tak lagi tinggal di rumah dengan tanah yang terus bergerak itu. Slamet berharap pemerintah bisa membantu dengan menyediakan lahan relokasi bagi warga terdampak.

"Sebagai warga negara ya kita juga bukan warga liar, di sini juga punya KTP. Harapannya untuk pemerintah ya minta kebijaksanaannya, relokasi atau gimana. Kan kita waswas," ujarnya di lokasi mengungsi, Senin kemarin seperti dikutip dari detikJateng.

Hal senada dikatakan warga lainnya, Kadar (58). Menurutnya, dalam sehari tanah bergerak bisa mencapai sekitar 500 meter. Bahkan akibat hujan semalaman, pagi ini pipa PDAM retak sekitar 1 meter dan mengganggu saluran air warga.

"Kalau punya saya ini samping rumah kena separuh yang buat masak sama buat mandi, septic tank-nya gelempang, klosetnya juga jumpalik," ujarnya.

Setiap hujan turun, kata Kadar, ia mendengar gemuruh disertai sensasi seperti gempa. Hal itu menandakan adanya pergerakan tanah.

People salvage their belongings after land movement struck Padasari village in Tegal, Central Java, on February 9, 2026, damaging homes, public facilities and schools, leading to the evacuation of thousands of residents. (Photo by DEVI RAHMAN / AFP) Warga melihat rumahnya yang hancur karena peristiwa tanah gerak di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 9 Februari 2026. (AFP/DEVI RAHMAN)

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengaku turut prihatin dengan kejadian tanah gerak yang terjadi di Jangli dan daerah lainnya di ibu kota Jawa Tengah tersebut.

"Kami prihatin dan itu tidak hanya di Jangli, di Ngesrep juga. Kemudian di Pudakpayung dalam skala yang lebih kecil," jelasnya kepada awak media.

Menurutnya, hal itu terjadi akibat fenomena alam. Dalam sehari, kata Agustina, sudah ada 2-3 permohonan masyarakat yang mengajukan bantuan Pemkot Semarang untuk tindak lanjut di wilayahnya masing-masing.

Menurut Agustina, anggaran operasional BPBD untuk penanganan retakan tanah itu tak bisa disetujui karena ranah kewenangannya yang terbatas.

Selain itu, Agustina turut membenarkan kasus longsor di Kota Semarang diakibatkan kurangnya wilayah resapan di daerah Kota Semarang bagian atas. Pemkot Semarang berencana membangun embung.

"Betul (ada 55 kasus longsoran di Kota Semarang). Betul (terjadi karena kurang vegetasi dan resapan), nanti tahun ini akan dibuat embung-embung banyak sekali di tanah-tanah milik Pemkot," jelasnya.

Tanah gerak di Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, yang berdampak ke 10 rumah dan jalur Jangli-Undip.Tanah gerak di Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, yang berdampak ke 10 rumah dan jalur Jangli-Undip. (Arsip BPBD Kota Semarang)

Tanah gerak di Tegal

Sementara itu fenomena tanah gerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, masih berlangsung hingga awal pekan ini. Warga terdampak beramai-ramai mengosongkan rumah dengan memindahkan barang yang masih dipakai.

Kades Padasari, Mashuri mengatakan sejak Senin (2/2) pekan lalu, pergerakan tanah masih terus berlangsung hingga sepekan kemudian pada Senin kemarin. 

Per awal pekan ini, dia bilang data rumah terdampak sebanyak 464 unit dengan rincian 205 rusak berat, 174 rusak sedang dan 85 rusak ringan. Fasilitas sosial 21 unit, peribadatan 7 unit, pendidikan 7 unit, dan pemerintahan 1 unit.

Untuk infrastruktur jalan desa dan kabupaten sebanyak 3 titik, 1 bendung irigasi dan 1 jembatan desa.

"Kemungkinan terdapat penambahan jumlah rumah terdampak dari semula 464 unit. Jumlah pasti masih dihitung dan direkapitulasi oleh Dinas Perkim," ujar Mashuri seperti dikutip dari detikJateng.  

Dia menegatakan pada Senin kemarin, suara retakan bangunan menjadi penanda adanya tanah gerak.

"Dengan intensitas hujan dan kondisi labil, pemantauan lapangan serta evakuasi warga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi kejadian susulan," kata Mashuri.

Warga yang rumahnya terdampak diungsikan ke lokasi aman. Jumlahnya mencapai 2.460 jiwa dari 596 KK.

"Dari total pengungsi 2.460 jiwa, (terdiri dari) laki- laki 939 perempuan 1.032. Lansia 216, ibu hamil 3, ibu menyusui 4, anak 195, balita 38, batita 67, remaja 1.034 dan dewasa 894," rinci kades.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan para pengungsi  menempati delapan titik pengungsian.

Delapan titik pengungsian itu adalah yakni Majelis Az Zikir wa Rotibain, Majelis dan Dukuh Pengasinan, SD Negeri 2 Padasari, Dukuh Lebak RW 05, Gedung Serbaguna Desa Penujah, Pondok Pesantren Dawuhan Padasari, Dukuh Tengah Desa Tamansari, serta Desa Mokaha di Kecamatan Jatinegara.

Tim petugas dari BNPB bersama pemerintah daerah setempat masih bersiaga di lokasi terdampak untuk melakukan pendampingan penanganan darurat sekaligus menyalurkan bantuan logistik dan permakanan bagi para pengungsi.

Hunian sementara dan hunian tetap

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan pemerintah akan menyiapkan hunian sementara hingga hunian tetap lengkap dengan sertifikat kepemilikan bagi warga Desa Padasari, Kabupaten Tegal, yang rumahnya terdampak bencana tanah gerak.

"Sertifikat nanti akan diurus. Ibu bapak tidak perlu khawatir akan dapat rumah berikut sertifikatnya," kata Ahmad Luthfi saat berkunjung ke lokasi pengungsian warga tanah bergerak di Kabupaten Tegal, Jumat (6/2) seperti dikutip dari Antara.

Pada kesempatan itu, Ahmad Luthfi mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menemui warga terdampak bencana tanah gerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal.

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah menegaskan relokasi menjadi langkah utama karena kawasan permukiman lama sudah tidak layak dihuni.

Baca berita lengkapnya di sini dan di sini.

(kid/ugo)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |