BMKG Ungkap Pemicu Jakarta Panas Terik Sejak Kemarin

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Kondisi panas terik saat siang hari dirasakan sejumlah warga Jakarta selama beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap pemicu cuaca terik ini.

Setelah akhir pekan lalu dikepung hujan sangat lebat, wilayah Jakarta konsisten cerah dan cenderung terik dalam dua hari terakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengonfirmasi kondisi tersebut dan mengungkap hasil pengamatan BMKG di beberapa titik.

"Data dari Pos Pengamatan Kemayoran, Tanjung Priok, dan Halim Perdana Kusuma menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan suhu maksimum, dari kisaran 29-30 derajat Celcius pada periode 5-8 Maret 2026 menjadi sekitar 31-33 derajat Celcius pada periode 9-11 Maret 2026," katanya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (12/3).

Andri menjelaskan kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor dinamika atmosfer, seperti aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang sebelumnya berada di sekitar wilayah Indonesia kini bergerak ke arah timur. Dengan demikian, pengaruh pembentukan awan hujan di wilayah Jakarta berkurang.

Selain itu, Monsun Asia juga disebut cenderung melemah, sehingga suplai massa udara lembap yang memicu pembentukan awan hujan tidak sekuat sebelumnya.

"Akibatnya, pada siang hari radiasi Matahari lebih dominan sehingga suhu terasa lebih panas," terangnya.

Meski demikian, Andri menyebut kelembapan udara di wilayah Jakarta masih relatif tinggi, sehingga pembentukan awan dan hujan tetap terjadi namun tidak merata.

Berdasarkan data BMKG, dalam dua hari terakhir hujan masih tercatat terutama pada siang hingga sore hari. Misalnya, pada 10 Maret curah hujan tertinggi terjadi di Jakarta Selatan sebesar 40 mm/hari, dan pada 11 Maret di Jakarta Timur sebesar 18,8 mm/hari.

Menurut Andri, pola hujan yang cenderung terjadi pada siang-sore hari ini merupakan salah satu indikasi awal periode peralihan musim.

Lebih lanjut, ia mengatakan wilayah Jakarta secara umum masih berpotensi mengalami hujan untuk sepekan ke depan.

"Oleh karena itu, meskipun pada siang hari cuaca dapat terasa cukup terik, potensi hujan lokal pada sore atau malam hari masih tetap ada," pungkasnya.

(lom/dmi)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |