Bulog Siap Salurkan Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung

1 hour ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Perum Bulog siap menyalurkan tambahan 150 ribu ton jagung pakan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga Desember 2026. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketersediaan dan keterjangkauan jagung pakan bagi peternak.

Tambahan penyaluran itu merupakan salah satu kesimpulan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Pangan mengenai Pengelolaan dan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Tahun 2026 yang digelar pada 7 September 2026 dan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Berdasarkan risalah Rakortas, tambahan penyaluran SPHP jagung tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan peternak skala menengah dan UMKM. Kebijakan itu juga disiapkan untuk mengantisipasi potensi penurunan produksi jagung akibat kondisi kemarau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, dari target penyaluran SPHP Jagung tahun 2026 sebesar 241.199.500 kilogram atau sekitar 241,2 ribu ton, realisasi pembelian oleh koperasi telah mencapai 159.318.150 kilogram atau 159,3 ribu ton, setara 66,05 persen dari target.

Capaian tersebut menunjukkan SPHP Jagung terus dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pakan peternak. Dengan realisasi harian tercatat sebesar 259.650 kilogram, masih terdapat sekitar 81.881.350 kilogram atau 81,9 ribu ton dari target program yang terus didorong penyelesaiannya.

Pelaksanaan SPHP Jagung 2026 mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 16 Tahun 2026 tentang Penugasan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Tahun 2026 serta Surat Badan Pangan Nasional Nomor 494/TS.02.02/B/04/2026 mengenai pelaksanaan penyaluran SPHP Jagung di tingkat konsumen.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, Bulog siap menjalankan kebijakan pemerintah tersebut dengan memastikan kesiapan stok serta memperkuat koordinasi agar jagung pakan dapat menjangkau peternak yang menjadi sasaran program.

"Realisasi SPHP Jagung yang telah mencapai lebih dari 66 persen menunjukkan program ini terus berjalan dan dimanfaatkan oleh peternak. Dengan adanya kebijakan penyaluran tambahan 150 ribu ton hingga Desember 2026, Bulog siap menjalankan penugasan pemerintah dan memastikan jagung pakan tersedia serta dapat diakses oleh peternak sesuai ketentuan," ujar Ahmad Rizal.

Menurut Ahmad RIzal, penguatan SPHP Jagung memiliki arti penting karena biaya pakan menjadi salah satu komponen utama dalam kegiatan usaha peternakan.

Karena itu, ketersediaan jagung pakan dengan harga yang terjangkau diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak sekaligus mendukung kestabilan ekosistem pangan dari hulu hingga hilir.

Bulog akan terus berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, koperasi, serta pemangku kepentingan terkait untuk memastikan pelaksanaan SPHP Jagung berjalan efektif dan tepat sasaran.

Dengan penguatan penyaluran hingga akhir tahun, Bulog berkomitmen menjalankan amanah pemerintah dalam menjaga ketersediaan jagung pakan dan mendukung keberlanjutan usaha peternak sebagai bagian penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

(inh)

Read Entire Article
| | | |