Kenapa Mata Berkedut Tiba-Tiba? Ini Penyebabnya

1 hour ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Pernah sedang bekerja, membaca, atau menatap layar, lalu tiba-tiba kelopak mata berkedut? Sensasi tersebut memang bisa mengganggu, terutama jika terjadi berulang kali dalam waktu singkat.

Kedutan mata umumnya tidak berbahaya dan dapat berhenti dengan sendirinya. Kondisi ini juga cukup umum dialami, terutama ketika tubuh sedang lelah atau mengalami stres.

Namun, kedutan yang berlangsung terus-menerus atau disertai gejala lain perlu mendapat perhatian. Lantas, kenapa mata berkedut tiba tiba?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenapa mata berkedut tiba-tiba?

Dalam istilah medis, kedutan pada kelopak mata disebut myokymia. Kondisi ini merupakan kontraksi kecil yang terjadi secara tidak sengaja pada otot kelopak mata.

Kedutan biasanya hanya terjadi pada satu mata dan dapat berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa hari. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kelelahan hingga iritasi mata.

Berikut beberapa penyebab mata berkedut yang umum:

1. Stres

Stres dapat membuat sistem saraf menjadi lebih responsif sehingga otot-otot kecil di sekitar mata lebih mudah mengalami kontraksi. Mengelola stres dengan melakukan pernapasan dalam, berjalan santai, berolahraga ringan, atau beristirahat sejenak dapat membantu mengurangi keluhan.

2. Kurang tidur dan kelelahan

Kurang tidur atau aktivitas yang membuat tubuh dan mata terlalu lelah dapat memicu kedutan pada kelopak mata. Bekerja terlalu lama, membaca dalam waktu panjang, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi visual juga dapat membuat mata lebih cepat lelah.

3. Terlalu banyak kafein

Kopi, teh, minuman energi, dan cokelat mengandung kafein yang dapat merangsang sistem saraf. Pada sebagian orang, konsumsi kafein dalam jumlah berlebihan dapat membuat kedutan mata muncul lebih sering. Jika keluhan muncul setelah mengonsumsi minuman berkafein, cobalah mengurangi asupannya.

4. Mata kering

Mata kering dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan membuat seseorang lebih sering berkedip. Kondisi tersebut dapat membuat otot kelopak mata bekerja lebih aktif dan memicu kedutan. Mata kering juga dapat terjadi ketika seseorang terlalu lama berada di depan layar atau berada di ruangan berpendingin udara.

5. Terlalu lama menatap layar

Menatap komputer, tablet, atau ponsel dalam waktu lama dapat menyebabkan mata lelah. Saat fokus pada layar, seseorang juga cenderung lebih jarang berkedip sehingga mata menjadi lebih kering. Kombinasi mata kering dan kelelahan tersebut dapat memicu kedutan pada kelopak mata.

6. Kekurangan nutrisi tertentu

Dalam beberapa kasus, ketidakseimbangan mineral seperti magnesium atau kalium dapat dikaitkan dengan keluhan berupa kedutan otot. Meski demikian, jangan langsung mengonsumsi suplemen tanpa mengetahui penyebabnya. Kebutuhan nutrisi sebaiknya dipenuhi melalui pola makan bergizi seimbang, sedangkan penggunaan suplemen dapat dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

7. Alergi atau iritasi mata

Alergi dapat membuat mata terasa gatal sehingga seseorang terdorong untuk menggosoknya. Gesekan dan rangsangan berulang pada area mata dapat mengganggu saraf serta otot di sekitar kelopak dan memicu kedutan sementara.

Cara mengatasi mata kedutan

Sebagian besar kedutan mata dapat membaik dengan sendirinya. Namun, beberapa langkah sederhana berikut dapat dilakukan untuk membantu mengurangi keluhan.

1. Istirahatkan mata

Jika banyak menghabiskan waktu di depan layar, berikan mata jeda secara berkala. Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah aturan 20-20-20. Setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter selama setidaknya 20 detik.

2. Kelola stres

Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang membantu tubuh lebih rileks, seperti latihan pernapasan, peregangan ringan, berjalan kaki, atau beristirahat sejenak dari pekerjaan.

3. Cukupi kebutuhan cairan

Pastikan tubuh mendapatkan cukup cairan sepanjang hari. Dehidrasi dapat berkontribusi terhadap keluhan berupa kram atau kejang otot pada sebagian orang.

4. Kurangi konsumsi kafein

Jika kedutan sering muncul setelah minum kopi, teh, atau minuman berkafein lainnya, cobalah mengurangi konsumsinya secara bertahap. Perhatikan juga apakah frekuensi kedutan berkurang setelah asupan kafein dikurangi.

5. Gunakan tetes mata jika mata kering

Jika kedutan disertai mata kering atau terasa tidak nyaman, air mata buatan dapat membantu menjaga kelembapan mata. Produk tetes mata tanpa pengawet dapat menjadi pilihan, terutama bagi orang yang perlu menggunakannya beberapa kali dalam sehari.

6. Tidur yang cukup

Usahakan tidur selama sekitar 7-8 jam setiap malam. Waktu tidur yang cukup dapat membantu tubuh dan mata mendapatkan kesempatan untuk beristirahat dan pulih.

7. Perhatikan kebiasaan saat menggunakan layar

Atur jarak dan posisi monitor dengan nyaman, sesuaikan pencahayaan ruangan, serta hindari tingkat kecerahan layar yang terlalu menyilaukan. Jangan lupa berkedip secara sadar ketika sedang fokus menggunakan komputer atau ponsel untuk membantu menjaga kelembapan mata.

Kapan mata berkedut perlu diperiksa?

Kedutan mata yang muncul sesekali biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, sebaiknya periksakan kondisi tersebut ke dokter jika kedutan berlangsung terus-menerus, semakin sering, atau tidak kunjung membaik.

Pemeriksaan juga diperlukan jika kedutan disertai kelopak mata menutup sepenuhnya tanpa disengaja, mata merah atau bengkak, keluar cairan dari mata, kelopak mata turun, atau terjadi perubahan pada penglihatan.

Dengan mengetahui kenapa mata berkedut tiba tiba, Anda dapat lebih mudah mengenali pemicunya dan melakukan langkah sederhana untuk mengurangi keluhan. Jika gejala menetap atau disertai perubahan pada mata dan penglihatan, pemeriksaan oleh dokter mata dapat membantu memastikan penyebabnya.

(gas/tis)

Read Entire Article
| | | |