Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) berencana memangkas jumlah BUMN yang saat ini jumlahnya ribuan menjadi ratusan. Tepatnya dari 1.043 menjadi 300 saja.
Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria memastikan tak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) selama proses tersebut.
"Tentu masyarakat sudah mendengar bahwa kita punya 1.043 perusahaan, nanti tahun ini harus selesai menjadi tinggal 300 perusahaan. Tapi enggak usah khawatir, tidak akan terjadi PHK," ujar Dony dalam acara CNBC Indonesia Outlook, Selasa (11/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dony menyebutkan pemangkasan ini akan dilakukan dengan penyatuan beberapa anak usaha sehingga fokus pada tugas masing-masing. Misalnya, seperti Pertamina akan melepas anak usahanya yang non migas dan digabung dengan BUMN lain.
Kemudian, BUMN seperti Telkom, Semen dan Pupuk akan dimerger dengan perusahaan pelat merah lainnya yang sama jenisnya.
Ia mencontohkan, saat ini Telkom memiliki 66 anak usaha yang nantinya akan dipangkas menjadi belasan saja. Begitu juga dengan anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), pihaknya akan menutup 17 perusahaan semen.
Tak hanya itu, Danantara juga berencana memangkas 15 perusahaan asuransi BUMN dari 15 menjadi hanya 3 perusahaan. BUMN logistik juga akan dipangkas dari 21 hanya akan menjadi 1 perusahaan.
"Sehingga nanti kita harapkan dari 300 perusahaan yang dimiliki oleh BUMN ke depan, itu adalah perusahaan-perusahaan yang secara skala itu cukup signifikan untuk berkompetisi, memiliki kemampuan secara finansial dan juga memiliki kapabilitas secara orang," pungkasnya.
(ldy/pta)
















































