Jakarta, CNN Indonesia --
Polda Papua menyatakan Pesawat Smart Air diserang dari hutan di samping Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan sesaat setelah mendarat, Rabu (11/2).
Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito menjelaskan pesawat tersebut berangkat dari Bandara Tanah Merah pukul 10.35 WIT.
"Pada saat mendarat mendapat penyerangan berupa penembakan ke arah pesawat dari arah hutan samping areal bandara," kata Cahyo kepada wartawan, Rabu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat itu membawa 13 orang penumpang. Pesawat dipiloti oleh Kapten Egon Erawan dan Kopilot Kapten Bas Koro.
Saat roda pesawat menyentuh landasan, tembakan tiba-tiba datang dari arah hutan. Situasi langsung kacau. Pilot, co-pilot, dan penumpang berhamburan turun dan berusaha menyelamatkan diri.
Beberapa menit setelah kejadian, pilot sempat mengirim pesan singkat darurat melalui GPS Garmin kepada petugas operasional penerbangan, melaporkan bahwa mereka ditembaki dan berlari menyelamatkan diri ke hutan.
Cahyo mengatakan akibat penyerangan itu, pilot dan kopilot meninggal dunia.
"Pada pukul 13.27 waktu Indonesia Timur, Polres Boven Digoel telah mendapat informasi adanya korban jiwa akibat penyerangan yaitu dua orang yang diduga adalah pilot dan kopilot," katanya.
Ia menjelaskan Polda Papua telah berkoordinasi dengan Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz dan akan mengirimkan tim ke lokasi yang dipimpin Wakapolda Papua.
(tfq/isn)
















































