Ini 5 Penyakit Akibat Sering Makan Mi Instan yang Wajib Diwaspadai

2 hours ago 2

CNN Indonesia

Rabu, 11 Feb 2026 17:30 WIB

Meski enak, terlalu sering makan mi instan bisa berbahaya buat kesehatan. Memangnya, apa saja penyakit akibat sering makan mi instan? Ilustrasi. Ada beberapa penyakit akibat sering makan mi instan yang wajib diwaspadai. (iStockphoto/whitewish)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Mi instan boleh jadi makanan paling praktis yang disukai banyak orang. Tapi, terlalu sering makan mi instan juga bisa berbahaya buat kesehatan. Penyakit akibat sering makan mi instan jadi ancamannya.

Mi instan adalah makanan praktis. Kamu hanya perlu merebusnya, kemudian dicampur dengan bumbu jadi. Dengan begitu saja, kamu sudah bisa menikmati seporsi mi instan yang nikmat dan bikin kenyang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mi instan pada dasarnya terdiri dari karbohidrat, lemak, dan hanya sedikit protein.

Rasa gurih dari mi instan berasal dari kandungan garamnya yang tinggi. Belum lagi karbohidrat olahan yang dicampur dengan bahan pengawet.

Penyakit akibat sering makan mi instan

Dengan berbagai kandungan yang ada di dalamnya, tak heran jika banyak ahli gizi yang mengingatkan potensi bahaya dalam mi instan.

Merangkum berbagai sumber, berikut beberapa penyakit akibat sering makan mi instan.

1. Tekanan darah tinggi

Sebagaimana dijelaskan di atas, mi instan mengandung tinggi garam. Hal inilah yang membuat rasanya gurih dan nikmat di mulut.

Asupan garam berlebih berisiko meningkatkan tekanan darah tinggi yang berujung hipertensi. Jika tak terkontrol, kondisi ini juga bisa berujung pada penyakit jantung. Tekanan darah tinggi membuat beban kerja jantung jadi berlebih.

2. Penyakit ginjal

Sama seperti tekanan darah, masalah pada ginjal juga bisa diakibatkan oleh asupan garam yang tinggi, termasuk pada mi instan.

Kadar garam yang tinggi ditambah dengan zat pengawet membuat ginjal bekerja lebih keras. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko gagal ginjal.

3. Diabetes

Doctor writing word DIABETES with marker, Medical conceptIlustrasi. Diabetes, salah satu penyakit akibat sering makan mi instan. (iStockphoto/Michail_Petrov-96)

Mi instan merupakan karbohidrat olahan yang diproses secara berlebih. Asupan karbohidrat olahan berlebih bisa memicu kenaikan gula darah dan resistensi insulin.

Orang dengan risiko diabetes dianjurkan untuk membatasi asupan karbohidrat.

4. Penyakit pencernaan

Tak seperti sayur, mi instan tak mudah dicerna. Kondisi ini membuat kerja sistem saluran cerna menjadi lebih berat.

Jika dikonsumsi terlalu sering, mi instan bisa memicu masalah pada saluran pencernaan.

5. Kanker

Mi instan masuk dalam kategori ultra-processed foods. Artinya, makanan ini diproses secara berlebih, termasuk memasukkan bahan pengawet dan perisa buatan.

Zat pengawet dan perisa buatan berlebih bisa memicu peradangan dan kerusakan sel dalam tubuh.

Banyak studi telah menemukan, konsumsi ultra-processed food berlebih dapat meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara dan ovarium.

Cara sehat makan mi instan

Dokter spesialis gizi Inge Permadi mengatakan, mi instan layak dikonsumsi jika diposisikan sebagai sumber karbohidrat yang dilengkapi dengan asupan protein dan zat gizi lain.

"Kalau kita anggap mi sebagai karbohidrat, lalu ditambahkan protein, dia [mi instan] bisa jadi makanan bergizi. Tapi, bumbunya sebaiknya dikurangi supaya tidak terlalu asin," ujar Inge dalam sebuah wawancara dengan CNNIndonesia.com.

Dalam pola makan sehat, komposisi gizi ideal terdiri dari sekitar 50-60 persen karbohidrat, 10-15 persen protein, dan lemak kurang dari 30 persen.

Dari penjelasan di atas, mi instan seharusnya tidak dikonsumsi sendiri, tapi tambah dengan protein seperti telur serta sayuran.

Yang jelas, mi instan bukan makanan yang sepenuhnya harus dihindari. Dengan menjaga frekuensi dan memastikan cara makan yang sehat, penyakit akibat sering makan mi instan bisa dicegah.

(asr)

Read Entire Article
| | | |