Jakarta, CNN Indonesia --
LRT Jabodebek merilis jam tersibuk yang dilayani moda transportasinya setiap hari, terutama pada hari kerja. Pengguna pun diminta mencari alternatif jam lain untuk berpergian dengan menggunakan LRT.
Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika menjelaskan publikasi pola tersibuk ini memberi dasar bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan lebih rasional.
"Data ini menunjukkan kapan pengguna berada pada tingkat kepadatan tertinggi. Bagi pengguna yang memiliki fleksibilitas waktu, menghindari jam sibuk bisa berarti mendapatkan tempat duduk, stasiun yang lebih tenang, serta pengalaman perjalanan yang lebih nyaman," ujarnya dalam keterangan, Rabu (11/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun jam tersebut LRT Jabodebek terjadi pada pagi hari pukul 06.00-09.00 WIB dan sore hari pukul 16.00-20.00 WIB.
Pada jam sibuk pagi, arus perjalanan didominasi pengguna dari wilayah penyangga menuju pusat aktivitas di Jakarta. Lima stasiun dengan volume pengguna tertinggi pada periode ini adalah:
1. Stasiun Harjamukti: rata-rata 9.056 pengguna/hari
2. Stasiun Cikunir 1: rata-rata 4.273 pengguna/hari
3. Stasiun Cikoko: rata-rata 4.236 pengguna/hari
4. Stasiun Jati Mulya: rata-rata 3.616 pengguna/hari
5. Stasiun Bekasi Barat: rata-rata 3.613 pengguna/hari.
Sementara itu, pada jam sibuk sore, kepadatan beralih ke stasiun-stasiun pusat kota sebagai titik awal perjalanan kembali ke wilayah penyangga. Lima stasiun dengan volume tertinggi pada periode ini antara lain:
1. Stasiun Dukuh Atas: rata-rata 11.217 pengguna/hari
2. Stasiun Kuningan: rata-rata 10.275 pengguna/hari
3. Stasiun Rasuna Said: rata-rata 5.716 pengguna/hari
4. Stasiun Pancoran: rata-rata 5.192 pengguna/hari
5. Stasiun Setiabudi: rata-rata 4.333 pengguna/hari.
Radhitya menekankan selain memberi manfaat langsung bagi pengguna, informasi ini juga digunakan LRT Jabodebek untuk menata operasional layanan, mulai dari pengaturan rangkaian, pola pelayanan, hingga evaluasi kebutuhan kapasitas di jam-jam tertentu.
"Pemilihan waktu dan arah perjalanan memengaruhi kualitas perjalanan. Dengan memahami pola ini, pengguna bisa menyesuaikan jam berangkat sesuai kebutuhan, sementara kami bisa mengelola layanan secara lebih presisi," tambah Radhitya.
Melalui data pola perjalanan ini, LRT Jabodebek mendorong mobilitas yang lebih terencana, di mana masyarakat tidak hanya menggunakan transportasi publik, tetapi juga mengoptimalkannya sesuai ritme aktivitas masing-masing.
(ldy/pta)
















































