Lesu di Penghujung Kuartal I, IHSG Maret Ambles 14,4% ke 7.048

4 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 14,4 persen per akhir Maret 2026 month-to-month (mtm), dibandingkan Februari 2026. Alhasil, hingga akhir Maret 2026 indeks ditutup pada level 7048,22.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyampaikan pasar saham domestik menunjukkan pergerakan yang dinamis pada Maret 2026 yang juga dialami oleh bursa global dan regional lainnya.

Hal tersebut terjadi sebagai dampak terjadinya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah dan juga diikuti dengan lonjakan harga-harga komoditas energi di dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"IHSG pada akhir Maret tercatat ditutup di level 7048,22, atau terkoreksi sebesar 14,42 persen month-to-month," ujar Hasan dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Maret 2026 secara daring, Senin (6/4).

Meski begitu, Hasan memastikan resiliensi dan likuiditas di pasar modal domestik secara keseluruhan tetap dapat dijaga dengan baik di tengah dinamika global yang sedang terjadi.

Ia juga menyampaikan investor asing tercatat melakukan net sale atau aksi jual bersih di pasar saham senilai Rp23,34 triliun secara bulanan.

"Investor asing tercatat membukukan net sale di pasar saham senilai Rp23,34 triliun mtm. Dengan tercatat lonjakan jual oleh investor asing yang disebabkan adanya transaksi di pasar negosiasi pada sejumlah saham di bursa efek," terangnya.

Sementara itu, OJK juga mencatat terdapat 53 antrean pipeline penawaran umum saham hingga Maret 2026. Dengan 15 antrean di antaranya adalah penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Hasan menyampaikan pasar modal berperan sebagai sumber pembiayaan korporasi dengan total penggalangan dana mencapai Rp51,96 triliun hingga 31 Maret 2026.

"Hingga akhir Maret 2026 secara year to date (ytd), nilai fundraising di korporasi di pasar modal telah mencapai angka Rp 51,96 triliun. Dan terdapat 53 rencana penawaran umum di dalam pipeline kami," ungkap Hasan.

Untuk penggalangan dana UMKM melalui skema Securities Crowdfunding (SCF) tercatat mencapai Rp18,07 miliar per Maret 2026. Adapun volume perdagangan produk keuangan derivatif, tercatat sebesar 34.480 lot dengan frekuensi sebanyak 308.260 kali.

"Untuk penggalangan dana melalui securities crowdfunding atau SCF pada Maret 2026, nilai dana yang dihimpun tercatat sebesar Rp18,07 miliar," tambahnya.

Adapun untuk perdagangan karbon, tercatat sebanyak 153 pengguna jasa dengan volume transaksi 43.117 ton CO2e dan nilai transaksi sebesar Rp93,71 miliar.

"Untuk kegiatan di bursa karbon, total terdapat 153 pengguna jasa yang telah terdaftar. Adapun penambahan volume transaksi pada Maret 2026 tercatat sebesar 43.117 ton of carbon dioxide equivalent atau TCO2e dengan akumulasi nilai transaksi mencapai Rp93,71 miliar," kata Hasan.

Hasan menegaskan OJK terus memantau pergerakan pasar di tengah dinamika global dan berkoordinasi dengan Self-Regulatory Organization (SRO) juga akan mengambil langkah kebijakan untuk memitigasi dampaknya.

"OJK tentu terus memantau pergerakan pasar serta berkoordinasi dengan SRO dan seluruh pelaku usaha dalam upaya untuk mengambil langkah-langkah kebijakan yang diperlukan," imbuhnya.

[Gambas:Video CNN]

(fln/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |