CNN Indonesia
Senin, 09 Feb 2026 15:45 WIB
Desa Wae Rebo di Ruteng, NTT, dijuluki desa di atas awan. (iStockphoto/Margareta Yuliana)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kabar gembira bagi para pencinta wisata petualangan dan budaya. Desa Wisata Wae Rebo yang terletak di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi membuka kembali pintu kunjungan bagi wisatawan mulai Senin (9/2) atau hari ini.
Destinasi yang dikenal dengan julukan "Desa di Atas Awan" ini sebelumnya sempat ditutup total selama hampir satu bulan, terhitung sejak 15 Januari 2026, akibat cuaca buruk yang melanda kawasan pegunungan tersebut.
Ketua Lembaga Pelestari Budaya Wae Rebo, Mikael Tonso, mengonfirmasi bahwa operasional desa wisata telah kembali normal seiring dengan kondisi cuaca yang mulai membaik. Pengelola telah melakukan pembersihan dan pengecekan jalur untuk memastikan keamanan pengunjung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanggal 9 Februari (Wae Rebo) buka kembali," ujar Mikael pada Minggu (8/2), sebagaimana dikutip dari laporan Detik.
Sebelumnya, hujan lebat dan angin kencang yang melanda wilayah Manggarai menyebabkan sejumlah kendala teknis di lapangan. Banyak pohon tumbang yang menutupi akses jalan serta terjadinya titik longsor di sepanjang jalur trekking menuju puncak desa.
Meski jalur pendakian menuju Wae Rebo telah dinyatakan aman untuk dilalui, pihak pengelola tetap memberikan catatan penting bagi para pelancong.
Karakteristik wilayah pegunungan yang berada pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) membuat perubahan cuaca bisa terjadi secara mendadak.
Wisatawan diimbau untuk tetap waspada, menggunakan perlengkapan mendaki yang memadai, dan terus memantau arahan dari pemandu lokal selama perjalanan.
Wae Rebo tetap menjadi salah satu destinasi unggulan di NTT karena keunikan arsitektur dan budayanya. Desa ini memiliki tujuh rumah adat ikonik berbentuk kerucut yang disebut Mbaru Niang.
Selain keindahan bentang alamnya yang memanjakan mata, Wae Rebo menawarkan pengalaman autentik berupa interaksi langsung dengan masyarakat setempat yang masih memegang teguh adat istiadat.
Keramahtamahan warga desa dalam menyambut tamu menjadi nilai tambah yang selalu berkesan bagi para pelancong domestik maupun mancanegara.
(wiw)

















































