Jakarta, CNN Indonesia --
Pembalap Ducati Marc Marquez mengungkapkan penyebab 'hattrick' terjatuh selama tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Buriam, 21-22 Februari.
Uji coba di Buriam itu akan jadi tes resmi pramusim terakhir sebelum memulai seri pertama MotoGP 2026 di Thailand, 28 Februari hingga 1 Maret nanti.
Hasil yang didapat Marquez selama tes di Buriram konsisten. Pada hari pertama Marquez di posisi kedua, lalu pada hari kedua Marquez di posisi ketiga dengan waktu tempuh yang lebih baik, yakni 1 menit 28,863 detik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi pencapaian Marquez itu diwarnai tiga kali terjatuh di Buriram. Marquez dua kali terjatuh pada hari pertama: di Tikungan 12 dan 5.
Juara bertahan MotoGP itu kemudian kembali terjatuh pada hari kedua tes MotoGP Buriram di Tikungan 3 saat melakukan simulasi balapan.
Setelah diperiksa di pusat medis, Marquez keluar tanpa mengalami cedera, namun harus mengakhiri sesi tes lebih awal.
"Rencananya adalah melakukan long run dan menyelesaikannya," katanya kepada media pada hari Minggu. Tapi saya jatuh di long run, jadi saya selesai lebih awal," kata Marquez dikutip dari Crash.
"[Tes] tidak buruk. Itu tidak pernah cukup karena saya masih berpikir saya memiliki masalah dalam kondisi fisik saya. Tapi, meskipun begitu, kami melakukan banyak putaran kemarin dan pagi ini," ucap Marquez menambahkan.
Dalam tes terakhir itu Marquez berjuang melawan infeksi perut. Masalah perut itu juga yang dianggap sebagai penyebab terjatuh pada Minggu sore.
"Mungkin juga sore ini saya terlalu lelah untuk melakukan latihan jarak jauh, dan jujur saja, kecelakaan itu sedikit karena kurang konsentrasi, karena seperti kemarin saya mengalami masalah dengan perut saya," tutur Marquez.
"Hari ini jauh lebih baik, tetapi tubuh saya belum pulih sepenuhnya. Tapi saya sangat, sangat senang karena perasaan saya terhadap motor bagus sepanjang pagi, dan saya berkendara dengan baik. Ketiga kecelakaan yang saya alami akhir pekan ini disebabkan oleh kurang konsentrasi."
Marquez mengatakan seorang pembalap membutuhkan konsentrasi untuk bisa mengendalikan kecepatan.
"Tentu saja, ketika Anda kurang konsentrasi, Anda melewati batas, tetapi masalahnya adalah saya memiliki insting untuk menjadi cepat, dan ketika saya sepenuhnya berkonsentrasi, saya dapat mengendalikannya. Jika tidak, kecepatan bukanlah sesuatu yang dapat dikendalikan," ujar Marquez.
(sry/ptr)


















































