CNN Indonesia
Senin, 30 Mar 2026 19:00 WIB
Happy Death Day 3 disebut kini sudah mulai dikembangkan oleh sutradara film slasher komedi gelap tersebut, Christopher Landon. (dok. Universal Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia --
Happy Death Day 3 disebut kini sudah mulai dikembangkan oleh sutradara film slasher komedi gelap tersebut, Christopher Landon. Landon disebut kembali duduk sebagai penulis dan sutradara untuk saga ketiga kali ini.
Bintang film tersebut, Jessica Rothe, mengatakan bahwa Landon telah menyiapkan konsep cerita untuk karakternya, Tree Gelbman. Kini, semua hanya bergantung pada aspek logistik produksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenyataannya, Chris Landon, penulis sekaligus sutradara kami yang brilian dan berani, sudah menyusun keseluruhan film ketiga," ujar Jessica Rothe kepada ScreenRant seperti diberitakan Variety pada Minggu (29/3).
"Saya rasa pada titik ini, tinggal masalah logistik," lanjutnya.
Meski belum ada jadwal produksi yang pasti, Rothe menyatakan komitmen penuhnya untuk kembali memerankan karakter tersebut, terlepas dari kapan film itu akan diproduksi.
Ia bahkan memberikan perbandingan dengan kembalinya Jamie Lee Curtis dalam waralaba Halloween.
"Entah itu tahun depan atau saat saya berusia 65 tahun seperti Jamie Lee Curtis yang kembali untuk Halloween, saya akan tetap ada untuk menyelesaikan kisah Tree. Jadi, ini hanya soal kapan semuanya siap," tegasnya.
Selain membahas film ketiga, Rothe juga mengutarakan ketertarikannya pada ide crossover film-film karya Christopher Landon lainnya.
Ia membayangkan sebuah semesta sinematik yang menggabungkan Happy Death Daydengan karya Landon lainnya, seperti Freaky (2020), We Have a Ghost (2023), dan Scouts Guide to the Zombie Apocalypse (2015).
"Saya yakin dia punya versi MCU-nya sendiri, atau 'ChrisCU'. Itulah crossover yang saya butuhkan sekarang dalam hidup saya," pungkasnya.
Happy Death Day rilis pertama kali pada 2017 yang mengusung konsep time loop bergaya Groundhog Day, dan menuai kesuksesan dengan box office sebesar US$125,5 juta dari bujet cuma US$4,8 juta.
Film itu mengisahkan seorang mahasiswi bernama Tree Gelbman yang dibunuh pada malam ulang tahunnya, tetapi kemudian mulai mengalami kembali hari itu berulang kali. Tree kemudian harus mengungkap identitas pembunuhnya untuk menghentikan siklus tersebut.
Sekuelnya, Happy Death Day 2U (2019), memperluas cakupan cerita dengan elemen fiksi ilmiah dan alam semesta paralel. Dari bujet US$9 juta, film tersebut mendulang US$64,6 juta.
(gis/end)
Add
as a preferred source on Google


















































