Jakarta, CNN Indonesia --
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan memastikan distribusi LPG bagi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Selayar tetap berjalan dengan baik setelah insiden ledakan kapal yang terjadi di Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, menewaskan dua anak buah kapal (ABK).
Kapal yang mengangkut berbagai jenis paket bahan pokok, termasuk tabung LPG bagi kebutuhan masyarakat di Pulau Takabonerate menjelang hari raya Idulfitri meledak pada Minggu (16/3).
"Kami terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar serta mitra distribusi di wilayah tersebut untuk memastikan pengamanan dan kelancaran suplai LPG 3 kg bagi masyarakat pasca kejadian ini," Sales Branch Manager (SBM) Sulselbar VI Gas, Wahyu Purwatmo, Rabu (18/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menjaga ketersediaan LPG di wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar, Pertamina juga menyiapkan tambahan pasokan selama minggu ini.
Jadwal pengiriman yang sedianya dilakukan tanggal 18-19 Maret dapat berjalan sesuai yang direncanakan dengan menggunakan kapal pengganti, sehingga ketersediaan stok LPG di Pulau Bonerate tetap terjaga
"Tambahan tersebut meliputi extra dropping sebanyak 4.480 tabung serta fakultatif sebanyak 8.960 tabung, sehingga total tambahan mencapai 13.440 tabung atau setara sekitar 300 persen dari rata-rata konsumsi harian wilayah tersebut," jelasnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto mengatakan bahwa Pertamina terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan distribusi energi bagi masyarakat tetap berjalan.
"Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat, serta mitra distribusi untuk memastikan ketersediaan LPG bagi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Selayar tetap terjaga," ujar Lilik.
(mir/ins)
Add
as a preferred source on Google


















































