Jangan Asal, Ini 7 Tips Pilih dan Pakai Celana Dalam yang Lebih Sehat

4 hours ago 6

CNN Indonesia

Minggu, 29 Mar 2026 22:04 WIB

Celana dalam mungkin terlihat sepele. Tapi, pemilihan celana dalam yang tepat bisa berpengaruh terhadap kesehatan area organ intim. Ilustrasi. Pemilihan celana dalam yang tepat dapat berpengaruh terhadap kesehatan organ intim. (iStockphoto/Olga Vaskevich)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Celana dalam mungkin terlihat seperti bagian kecil dari pakaian sehari-hari. Namun, pemilihan celana dalam yang tepat bisa berpengaruh besar pada kesehatan area organ intim.

Celana dalam berfungsi sebagai pelindung antara kulit dan pakaian luar, sekaligus membantu menyerap kelembapan alami tubuh. Jika salah memilih bahan atau cara penggunaannya, celana dalam justru bisa memicu berbagai masalah seperti iritasi, infeksi jamur, hingga bau tidak sedap.

Berikut beberapa tips memilih dan menggunakan celana dalam yang lebih sehat untuk area intim, dikutip dari berbagai sumber.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Pilih bahan katun yang menyerap keringat

Mengutip dari Healthline, pilih celana dalam berbahan katun 100 persen karena lebih ramah bagi kulit dan organ intim.

Dokter kandungan Alyse Kelly Jones mengatakan, area vulva merupakan bagian tubuh yang sensitif sehingga membutuhkan bahan yang lembut dan tidak menyebabkan iritasi.

Katun juga memiliki sirkulasi udara yang baik dan mampu menyerap kelembapan. Hal ini penting karena kondisi yang terlalu lembap dapat memicu pertumbuhan bakteri dan jamur.

Sebaliknya, bahan sintetis seperti nilon atau spandex cenderung menahan panas dan kelembapan.

2. Ganti celana dalam setiap hari

Mengganti celana dalam setiap hari merupakan bagian penting dari kebersihan tubuh.Meski terlihat bersih, celana dalam bisa mengandung bakteri dalam jumlah kecil, termasuk sisa kotoran. Karena itu, para ahli menyarankan untuk mengganti celana dalam minimal sekali sehari.

Jika terasa lembap atau berkeringat, tidak ada salahnya mengganti lebih dari sekali dalam sehari.

3. Biarkan area intim 'bernapas' saat tidur

Mengutip laman Cleveland Clinic, dianjurkan untuk tidak memakai celana dalam saat tidur, terutama jika seseorang sering mengalami infeksi jamur atau iritasi. Tanpa celana dalam, area intim dapat 'bernapas' dan kelembapan berlebih bisa berkurang.

Jika merasa tidak nyaman tidur tanpa celana dalam, alternatifnya adalah memakai piyama yang longgar agar sirkulasi udara tetap baik.

4. Gunakan celana dalam yang pas di tubuh

Ukuran celana dalam juga berpengaruh pada kenyamanan dan kesehatan. Celana dalam yang terlalu ketat dapat menimbulkan gesekan pada kulit dan meningkatkan kelembapan. Kondisi ini bisa memicu iritasi atau infeksi.

Pilihlah celana dalam yang pas di tubuh dan tidak terlalu sempit.

5. Model thong tidak selalu berbahaya

Untuk para wanita, celana dalam model thong sering dianggap buruk bagi kesehatan organ intim. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa thong tidak secara langsung meningkatkan risiko infeksi jamur, vaginosis bakteri, atau infeksi saluran kemih.

Meski begitu, bagi orang yang sering mengalami masalah pada area intim, dokter biasanya menyarankan memilih model celana dalam yang lebih longgar dan berbahan katun.

6. Cuci dengan sabun yang lembut

Celana dalam sebaiknya dicuci dengan detergen yang lembut dan hipoalergenik.Residu sabun atau bahan kimia dari detergen dapat memicu iritasi pada kulit sensitif di area intim. Sebaiknya gunakan detergen tanpa pewangi atau bahan kimia keras.

Selain itu, celana dalam baru juga sebaiknya dicuci terlebih dahulu sebelum dipakai.

7. Ganti celana dalam secara berkala

Meski sering dicuci, celana dalam tetap bisa menyimpan bakteri yang tidak sepenuhnya hilang selama proses pencucian.Lebih baik untuk mengganti celana dalam secara berkala, misalnya setiap satu hingga dua tahun, terutama jika sudah terlihat aus.

Memilih celana dalam yang tepat bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga bagian dari menjaga kesehatan organ intim. Bahan yang tepat, kebersihan yang baik, dan ukuran yang nyaman dapat membantu mencegah berbagai masalah pada area sensitif tersebut.

(anm/asr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |