Jakarta, CNN Indonesia --
Timor Leste U-17 menelan kekalahan telak dari Vietnam dengan skor mencolok 0-10 dalam laga lanjutan Grup A Piala AFF U-17 2026, di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Kamis (16/4).
Pelatih Timor Leste Emral Abus Bin Bustaman mengatakan timnya sebenarnya telah menjalani persiapan yang matang. Berdasarkan pengamatan performa Vietnam saat menghadapi Malaysia, ia juga yakin para pemain sanggup memberikan perlawanan sengit di atas lapangan.
"Kemarin kami dalam persiapan yakin betul. Dalam latihan anak-anak bisa melaksanakan tugas hari ini melawan Vietnam berdasarkan analisis pertandingan dia lawan Malaysia. Ya, anak-anak dalam latihan kualitas bagus. Yakin saya," kata Emral, usai pertandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, rencana yang telah disusun matang tersebut seketika berantakan setelah Vietnam berhasil mencetak gol pembuka cepat.
Menurut Emral, gol pertama tersebut menjadi titik balik hancurnya kondisi psikologis para pemainnya. Ia menyebut ada kesalahan yang tidak terduga, terutama pada sektor penjaga gawang yang biasanya tampil solid.
"Ya, nyatanya gol pertama itu membuat membuat mental down. Ini kemungkinan. Ya, gol yang enggak mungkin terjadi biasanya kiper kami itu bagus sekali. Hari ini gol pertama, gol kedua sampai sampai berikutnya. Ini membuat mental tim berbalik," tuturnya.
Menurutnya kebobolan di menit-menit awal merupakan kesalahan fatal yang paling berdampak pada performa tim secara keseluruhan. Gol tersebut meruntuhkan fokus koordinasi antara lini belakang dan lini depan.
"Ya, itu salah satu, salah satu penyebab. Karena kita sudah bilang di awal-awal menit itu jangan gampang terjadi gol. Ya, free kick, gol langsung ke gawang itu yang membuat membuat mental pemain baik pemain belakang, pemain depan itu ya," ucapnya.
Kendati performa kiper menjadi sorotan dalam hujan gol tersebut, Emral enggan menyalahkan anak asuhnya secara personal. Ia menilai sang penjaga gawang telah berjuang keras meski hasil di lapangan tak sesuai harapan.
"Tapi kita juga tidak menjudge kiper ya. Dia sudah berusaha maksimal tapi terjadi begitu," kata pria asal Padang, Sumatera Barat ini.
Ia mengakui dominasi Vietnam memang sulit dibendung. Emral pun memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas permainan lawan yang dianggap unggul di segala lini, baik secara individu maupun organisasi tim.
"Dan kita apresiasi Vietnam ya, bagus pemain-pemain bagus ya. Individunya, bermain secara unit, individu, tim. Sangat bagus. Ya, sangat bagus," ucap Emral.
(frd/frd/rhr)
Add
as a preferred source on Google


















































