Kemendag Ungkap Cabai-Bawang Paling Rawan Residu Pestisida

2 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkap cabai merah dan bawang merah menjadi komoditas pangan segar yang paling rentan terpapar residu pestisida di atas ambang batas keamanan pangan.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag Moga Simatupang mengatakan temuan tersebut didapat berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan bersama Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD).

"Dari hasil uji kita bersama OKKPD, yang paling berisiko sebenarnya beberapa titik itu adalah cabai merah dan bawang merah," ujar Moga dalam konferensi pers peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia di Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (8/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Moga, pada sejumlah sampel ditemukan kandungan residu pestisida yang melebihi ambang batas yang ditetapkan.

"Cabai merah dan bawang merah itu beberapa titik mengandung paparan residu pestisida di atas ambang batas," katanya.

Moga mengatakan temuan tersebut terutama ditemukan di sejumlah sentra produksi cabai dan bawang merah. Karena itu, pemerintah meminta penyuluh pertanian dan produsen pestisida meningkatkan edukasi kepada petani terkait penggunaan pestisida yang tepat.

"Produsen-produsen pestisida juga kita harapkan ikut bertanggung jawab. Jadi dia tidak hanya jualan saja tetapi juga mengedukasi petani untuk menggunakannya dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Meski masih menemukan sejumlah komoditas yang rentan tercemar residu pestisida, pemerintah mengklaim mayoritas pangan segar yang beredar di Indonesia telah memenuhi standar keamanan pangan.

Moga menyebut capaian indikator keamanan pangan segar nasional saat ini telah melampaui target pemerintah.

"Targetnya 90 (persen), capaiannya 90 (persen) sekian. Jadi itu menunjukkan bahwa 90 persen pangan segar yang beredar di masyarakat memenuhi syarat untuk keamanan pangan," katanya.

Sementara itu, Deputi III Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andriko Noto Susanto mengatakan Indeks Keamanan Pangan Segar (IKPS) juga berhasil melampaui target dalam RPJMN.

"Tahun 2025 target kita adalah 60 (persen) dan capaian kita 61 (persen) sekian. Jadi target RPJMN untuk Indeks Keamanan Pangan Segar kita tercapai," ujar Andriko.

[Gambas:Youtube]

(fln/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |