Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan 31 lokasi shelter yang tersebar di 16 provinsi, mulai dari Aceh hingga Papua, untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Shelter tersebut disiapkan terkait dengan respons cepat Kemensos memberikan perlindungan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terkena karhutla.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan Kemensos mengawali penanganan dengan menggunakan data tunggal untuk mengidentifikasi keluarga terdampak sekaligus memetakan kebutuhan mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Datanya sama dan kita bisa mengidentifikasi keluarga terdampak. Setelah itu kita lakukan beberapa penanganan di lapangan," kata Gus Ipul dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) Penanganan Layanan Dasar di Wilayah Karhutla yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno secara daring, Kamis (13/8/2026).
Menurut Gus Ipul, selain shelter, Kemensos menyiapkan bantuan kebutuhan dasar dan layanan psikososial bagi keluarga terdampak. Bantuan diberikan berdasarkan hasil asesmen dan identifikasi kebutuhan bersama pemerintah daerah.
Kemensos antara lain menyalurkan makanan siap saji, tenda, serta perlengkapan keluarga. Untuk mempercepat distribusi bantuan, Kemensos mengerahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan relawan ke lokasi terdampak.
"Yang sudah kita salurkan di antaranya makanan siap saji, tenda-tenda perlengkapan keluarga, serta kita menurunkan SDM, Tagana, dan relawan yang bersama Kemensos untuk melakukan distribusi cepat terhadap bantuan yang dibutuhkan," ujarnya.
Kemensos juga memberikan layanan psikososial bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan. Layanan tersebut mencakup dukungan kesehatan yang dibutuhkan keluarga terdampak.
(asa)


















































